RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
Nama Satuan pendidikan : SMK SETIAGAMA
Mata Pelajaran : TDO
Kelas / Semester : X Otomotif/genap
Materi pokok : K3
Alokasi Waktu : 4x45 Menit
A. Kompetisi Dasar Dan Indikator Pencapaian Kompetensi
3.1 Memahami prinsip-prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
4.1 Mengidentifikasi potensi dan resiko kecelakaan kerja
B.Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran Peserta didik diharapkan dapat memahami prinsip-prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
C.Langkah – Langkah Kegiatan Pembelajaran
a. Metode ,Media,Dan Sumber Belajar
1. Metode / Model : worksheet atau lembar kerja
2. Alat / Media : Alat peraga papan tulis , laptop & infokus
3. Sumber Belajar : Buku pdto kelas x , lks
b. Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan :
Menyampaikan topik pembahasan/KD pree tes pembudayaan PPK dan literasi
2. Kegiatan Inti :
- Siswa mendalami dan menguasai materi pokok ( KD ) melalui literasi/ media
- Tanya jawab / diskusi kelompok
- Siswa membuat rangkuman tugas / praktek yang di tugaskan oleh guru
- Siswa mempresentasikan hasil kerja individu / kelompok
3. Kegiatan penutup
- Umpan balik dan simpulan materi
- Portofolio dan penugasan
D. Penilaian /( asessment )
a. Penugasan ( fottofolio )
b. Instrumen penilaian individu / kelompok
c. Tes lisan / tertulis
Mengetahui kepala sekolah Jakarta 21 Januari 2020
Guru Mata Pelajaran
............................................. ...............................................
Abdul Hakim,S.Ag.MM Suryo Budi Triawan
Lampiran
Pedoman sekor N =F+I X 100% =
F= Rata-rata fortofolio
I= rata rata nilai aktif individu
T= Test formatif / ulangan semester
I. Tugas fortofolio
1. ...........................................................................................................................
2. ...........................................................................................................................
3. ...........................................................................................................................
4. ...........................................................................................................................
II. Format penilaian individu / kelompok
Topik diskusi / praktek
NO
NAMA SISWA
NILAI
N
KET
INDIVIDU
KELOMPOK
Text Box: 2XK+Id
N = ................... X 100% = Nilai kelompok X 2 + nilai individu di bagi 3 ) mengutamakan kerjasama dan menilai partisipasi / kontribusi individu dalam kelompok sosial
III. Soal tes ( lisan / tertulis )
1.....................................................................................................................................
2......................................................................................................................................
3.....................................................................................................................................
Catatan supervisi
.................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................
Jakarta ,21 januari 2020
........................................... Abdul Hakim,S.Ag.MM
1.Pengertian, Tujuan dan Prinsip Keselamatan
Kesehatan Kerja (K3)
Pengertian, Tujuan dan Prinsip Keselamatan Kesehatan Kerja (K3)
Ilustrasi K3
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah upaya perlindungan yang ditujukan agar tenaga kerja dan orang lainnya di tempat kerja/perusahaan selalu dalam keadaan selamat dan sehat, serta agar setiap sumber produksi dapat digunakan secara aman dan efisien (Kepmenaker Nomor 463/MEN/1993). Pengertian lain menurut OHSAS 18001:2007, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah kondisi dan faktor yang mempengaruhi keselamatan dan kesehatan kerja serta orang lain yang berada di tempat kerja.
Berdasarkan Undang-undang Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003 pasal 87, bahwa setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan.
Berikut ini beberapa pengertian dan definisi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dari beberapa sumber buku:
Menurut Flippo (1995), keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah pendekatan yang menentukan standar yang menyeluruh dan bersifat (spesifik), penentuan kebijakan pemerintah atas praktek-praktek perusahaan di tempat-tempat kerja dan pelaksanaan melalui surat panggilan, denda dan hukuman-hukuman lain.
Menurut Widodo (2015), kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah institusi maupun lokasi proyek.
Menurut Mathis dan Jackson (2006), keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah kegiatan yang menjamin terciptanya kondisi kerja yang aman, terhindar dari gangguan fisik dan mental melalui pembinaan dan pelatihan, pengarahan dan kontrol terhadap pelaksanaan tugas dari karyawan dan pemberian bantuan sesuai dengan aturan yang berlaku, baik dari lembaga pemerintah maupun perusahaan dimana mereka bekerja.
Menurut Ardana (2012), keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah upaya perlindungan yang ditujukan agar tenaga kerja dan orang lain di tempat kerja atau selalu dalam keadaan selamat dan sehat sehingga setiap sumber produksi dapat digunakan secara aman dan efisien.
Menurut Dainur (1993), keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah keselamatan yang berkaitan dengan hubungan tenaga kerja dengan peralatan kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan cara-cara melakukan pekerjaan tersebut.
Menurut Hadiningrum (2003), keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah pengawasan terhadap orang, mesin, material, dan metode yang mencakup lingkungan kerja agar pekerja tidak mengalami cidera.
Program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dilaksanakan karena tiga faktor penting sebagai berikut
Berdasarkan perikemanusiaan. Pertama-tama para manajer akan mengadakan pencegahan kecelakaan kerja atas dasar perikemanusiaan yang sesungguhnya. Mereka melakukan demikian untuk mengurangi sebanyak-banyaknya rasa sakit dari pekerjaan yang diderita luka serta keluarga.
Berdasarkan Undang-Undang. Ada juga alasan mengadakan program keselamatan dan kesehatan kerja berdasarkan Undang-Undang federal, Undang-Undang Negara Bagian dan Undang-Undang kota tentang keselamatan dan kesehatan kerja dan sebagian mereka melanggarnya akan dijatuhi hukuman denda.
Berdasarkan Ekonomi. Alasan ekonomi untuk sadar keselamatan kerja karena biaya kecelakaan dampaknya sangat besar bagi perusahaan.
Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Berdasarkan Undang-undang No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, bahwa tujuan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang berkaitan dengan mesin, peralatan, landasan tempat kerja dan lingkungan tempat kerja adalah mencegah terjadinya kecelakaan dan sakit akibat kerja, memberikan perlindungan pada sumber-sumber produksi sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
Menurut Suma’mur (1992), tujuan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah sebagai berikut:
Melindungi tenaga kerja atas hak dan keselamatannya dalam melakukan pekerjaannya untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan kinerja.
Menjamin keselamatan orang lain yang berada di tempat kerja.
Sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman dan efisien.
Sedangkan menurut Mangkunegara (2004), tujuan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah:
Agar setiap pegawai mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan kerja baik secara fisik, sosial, dan psikologis.
Agar setiap perlengkapan dan peralatan kerja digunakan sebaik-baiknya selektif mungkin.
Agar semua hasil produksi di pelihara keamanannya.
Agar adanya jaminan atas pemeliharaan dan peningkatan kesehatan gizi pegawai.
Agar meningkatnya kegairahan, keserasian kerja, dan partisipasi kerja.
Agar terhindar dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan atas kondisi kerja.
Agar setiap pegawai merasa aman dan terlindungi dalam bekerja.
Aspek, Faktor dan Prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Aspek-aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang harus diperhatikan oleh perusahaan antara lain adalah sebagai berikut (Anoraga, 2005):
a. Lingkungan kerja
Lingkungan kerja merupakan tempat dimana seseorang atau karyawan dalam beraktifitas bekerja. Lingkungan kerja dalam hal ini menyangkut kondisi kerja, seperti ventilasi, suhu, penerangan dan situasinya.
b. Alat kerja dan bahan
Alat kerja dan bahan merupakan suatu hal yang pokok dibutuhkan oleh perusahaan untuk memproduksi barang. Dalam memproduksi barang, alat-alat kerja sangatlah vital yang digunakan oleh para pekerja dalam melakukan kegiatan proses produksi dan di samping itu adalah bahan-bahan utama yang akan dijadikan barang.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah sebagai berikut (Budiono dkk, 2003):
Beban kerja. Beban kerja berupa beban fisik, mental dan sosial, sehingga upaya penempatan pekerja yang sesuai dengan kemampuannya perlu diperhatikan.
Kapasitas kerja. Kapasitas kerja yang banyak tergantung pada pendidikan, keterampilan, kesegaran jasmani, ukuran tubuh, keadaan gizi dan sebagainya.
Lingkungan kerja. Lingkungan kerja yang berupa faktor fisik, kimia, biologik, ergonomik, maupun psikososial.
Prinsip-prinsip yang harus dijalankan perusahaan dalam menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah sebagai berikut (Sutrisno dan Ruswandi, 2007):
Adanya APD (Alat Pelindung Diri) di tempat kerja.
Adanya buku petunjuk penggunaan alat dan atau isyarat bahaya.
Adanya peraturan pembagian tugas dan tanggung jawab.
Adanya tempat kerja yang aman sesuai standar SSLK (syarat-syarat lingkungan kerja) antara lain tempat kerja steril dari debu,kotoran, asap rokok, uap gas, radiasi, getaran mesin dan peralatan, kebisingan, tempat kerja aman dari arus listrik, lampu penerangan cukup memadai, ventilasi dan sirkulasi udara seimbang, adanya aturan kerja atau aturan keprilakuan.
Adanya penunjang kesehatan jasmani dan rohani ditempat kerja.
Adanya sarana dan prasarana yang lengkap ditempat kerja.
Adanya kesadaran dalam menjaga keselamatan dan kesehatan kerja.
Daftar Pustaka
Flippo, Edwin. 1995. Manajemen personalia. Jakarta: Erlangga.
Widodo, Suparmo. 2015. Manajemen Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Pustaka pelajar.
Mathis, R.L dan Jackson, J.H, 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Salemba Empat.
Ardana, I Komang, dkk. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Dainur. 1993. Materi-materi Pokok Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Widya Medika.
Hadiningrum, Kunlestiowati. 2003. Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Bandung: Politeknik Negeri Bandung.
Moekijat. 2004. Manajemen Lingkungan Kerja. Bandung: Mandar Maju.
Suma’mur, P.K. 1992. Higine Perusahaan dan Keselamatan Kerja. Jakarta: Haji Mas Agung.
Mangkunegara, Anwar P. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: Remaja Rsodakarya.
Anoraga, Pandji. 2005. Psikologi Kerja. Jakarta: Rineka Cipta.
Budiono, M. Sugeng. 2003. Bunga Rampai Hiperkes dan Kesehatan Kerja. Semarang: UNDIP.
Sutrisno dan Ruswandi. 2007. Prosedur Keamanan, Keselamatan & Kesehatan Kerja. Sukabumi: Yudhistira.
soal
1.Safety needs dan self actualization needs adalah bagian dari kebutuhan berjenjang ( Needs hierarchy ). Jelaskan makna kedua kebutuhan tersebut dan manfaatnya bagi tenaga kerja.
2.Berikan analisis, bahwansetiap industri memiliki SMK3 dianggap sebagai peran penting bagi eksitensi keberadaan industri. Sebutkan juga hubungan peran Tri Partite yang mengakomodasi manajemen perusahan tersebut !
3. Undang – undang nomor 1 tahun 1970 memiliki landasan hukum bagi penyelenggara industri. Berikan makna yang terkandung dalam Undang – undang tersebut, apa keuntunganya bagi tenaga kerja !
4.Toksilogi industri dalam kontekkeseimbangan dinamis aktivitas kerja memiliki potensi paparan fisik bagi kesehatan. Sebutkan beberapa jenis zat yang toksik penggaruhnya terhadap kondisi kesehatan !
5.Metode supervisi dan inspeksi serta perhitungan nilai ambang batas ( NAB ) memiliki korelasi kuat terhadap fungsi hygiene perusahaan. Berikan penjelasan masing – masing ketiga subtansi tersebut !
jawaban :
1.. Undang – undang nomor 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja
Beberapa kasus terjadinya kecelakaan di tempat kerja sudah tidak menjadi rahasia umum lagi. Hal demikian bisa muncul karena adanya keterbatasan fasilitas keamanan kerja,
juga karena kelemahan pemahaman faktor-faktor prinsip yang perlu diterapkan perusahaan. Filosofi keselamatan dan kesehatan kerja dalam memandang setiap karyawan memiliki hak atas perlindungan kehidupan kerja yang nyaman belum sepenuhnya dipahami baik oleh pihak manajemen maupun karyawan. Karena itu perlu ditanamkan jiwa bahwa keselamatan dan kesehatan kerja merupakan bentuk kebutuhan karyawan.
Selain itu setiap upaya yang terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja hanya akan berhasil jika kedua pihak yaitu perusahaan dan karyawan melakukan kerjasama sinergis dan harmonis. Setiap pelaku harus bertekad dan berdisiplin memperkecil terjadinya kecelakaan kerja.
Perusahaan perlu memiliki tujuan memerkecil kejadian kecelakaan kerja sampai nol. Manfaat bagi kepentingan karyawan berupa keselamatan dan kesehatan kerja yang maksimum dan begitu pula bagi perusahaan berupa keuntungan maksimum. Untuk itu maka perusahaan hendaknya:
1. mematuhi peraturan keselamatan dan kesehatan kerja yang dikeluarkan pemerintah secara taat asas,
2. membuat prosedur dan manual tentang bagaimana mengatasi keselamatan kerja,
3. memberikan pelatihan dan sosialisasi keselamatan kerja pada karyawan,
4. menyediakan fasilitas keselamatan kerja yang optimum,
5. bertanggung jawab atas keselamatan kerja para karyawan,
Setiap perusahaan sewajarnya memiliki strategi memperkecil dan bahkan menghilangkan kejadian kecelakaan kerja di kalangan karyawan sesuai dengan kondisi perusahaan. Strategi pokok yang perlu diterapkan perusahaan meliputi :
a. Pihak manajemen perlu menetapkan bentuk perlindungan bagi karyawan dalam menghadapi kejadian kecelakaan kerja. Misalnya karena alasan finansial, kesadaran karyawan tentang keselamatan kerja dan tanggung jawab perusahaan dan karyawan maka perusahaan bisa jadi memiliki tingkat perlindungan yang minimum bahkan maksimum.
b. Pihak manajemen dapat menentukan apakah peraturan tentang keselamatan kerja bersifat formal ataukah informal. Secara formal dimaksudkan setiap aturan dinyatakan secara tertulis, dilaksanakan dan dikontrol sesuai dengan aturan. Sementara secara informal dinyatakan tidak tertulis atau konvensi dan dilakukan melalui pelatihan dan kesepakatan-kesepakatan.
Pihak manajemen perlu proaktif dan reaktif dalam pengembangan prosedur dan rencana tentang keselamatan dan kesehatan kerja karyawan. Proaktif berarti pihak manajemen perlu memperbaiki terus menerus prosedur dan rencana sesuai kebutuhan perusahaan dan karyawan.
Sementara arti reaktif, pihak manajemen perlu segera mengatasi masalah keselamatan dan kesehatan kerja setelah suatu kejadian timbul. Pihak manajemen dapat menggunakan tingkat derajad keselamatan dan kesehatan kerja yang rendah sebagai faktor promosi perusahaan ke khalayak luas. Artinya perusahaan dinilai sangat peduli dengan keselamatan dan kesehatan kerja.
Selain hal – hal yang dilakukan oleh perusahaan, pemerintah juga sangat melindungi masyarakat pada saat bekerja hal ini terbukti banyaknya undang – undang yang mengatur tentang kesehatan dan keselamatan kerja, salah satunya adalah undang – undang nomor 1 tahun 1970 yang di keluarkan oleh pemerintah, sebagai pedoman bagi pekerja dan perusahaan industri untuk melindungi diri mereka sendiri dan karyawan.
Karena di dalam undang – undang nomor 1 tahan 1970, terdapat pokok pikiran dalam upaya pembinaan tenaga kerja yang melakukan aktivitas kerja di industri. Juga didalam undang – undang ini terdapat lima butir makna yang terkandung didalamnya yaitu :
1. Bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapatkan perlindungan atas keselamatanya dalam melakukakan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktifitas nasional.
2. Bahwa setiap orang lainya yang berada ditempat kerja perlu terjamain pula keselamatananya.
3. Bahwa setiap sumber produksi perlu di pakai dan dipergunakan secara aman dan efisien.
4. Bahwa buhungan dengan itu perlu diadakan segala daya upaya untuk membina norma – norma perlindungan kerja
5. Bahwa pembinaan norma – norma perlu diwujudkan dalam undang – undang yang memuat ketentuan- ketentuan umum tentang keselamatan kerja sesuai sengan perkembanagn masyarakat , industilisasi, teknik dan teknologi.
Dari makan ayang terkandung di dalam undang – undang nomor 1 tahun 1970 maka keuntungan yang di dapat oleh karyawan atau pekerja adalah
1. Keselamatan akan lebih terjamin
2. Karyawan akan lebih tenang pada saat bekerja
3. Kesejahteraan hidup lebig terjamin
Toksikologi
Toksikologi adalah pemahaman mengenai pengaruh-pengaruh bahan kimia yang merugikan bagi organisme hidup. Dari definisi di atas, jelas terlihat bahwa dalam toksikologi terdapat unsur-unsur yang saling berinteraksi dengan suatu cara-cara tertentu untuk menimbulkan respon pada sistem biologi yang dapat menimbulkan kerusakan pada sistem biologi tersebut.
Toksiologi industri Adalah salah satu cabang ilmu toksikologi yang menaruh perhatian pada pengaruh pemajanan bahan-bahan yang dipakai dari sejak awal sebagai bahan baku, proses produksi, hasil produksi beserta penanganannya terhadap tenaga kerja yang bekerja di unit produksi tersebut. Salah satu unsur toksikologi adalah agen-agen kimia atau fisika yang mampu menimbulkan respon pada sistem biologi. Selanjutnya cara-cara pemaparan merupakan unsur lain yang turut menentukan timbulnya efek-efek yang tidak diinginkan ini.
Zat-zat toksis digolongkan dengan cara-cara yang bermacam-macam tergantung pada minat dan kebutuhan dari yang menggolongkannya. Sebagai contoh, zat-zat toksis dibicarakan dalam kaitannya dengan organ - organ sasaran dan dikenal sebagai racun liver, racun ginjal penggunaannya dikenal sebagai pestisida, pelarut, bahan additif pada makanan dan lain-lain dan kalau dihubungkan ke sumbernya dikenal sebagai toksin binatang dan tumbuhan kalau dikaitkan dengan efek-efek mereka dikenali sebagai karsinogen, mutagen dan seterusnya. Agent-agent toksis bisa juga digolongkan berdasarkan:
Sifat fisik : gas, debu, logam-logam
Kebutuhan pelabelan : mudah meledak, mudah terbakar, pengoksidir
Kimia : turunan-turunan anilin, Hidrokarbon dihalogenasi dan seterusnya
Daya racunnya : sangat-sangat toksik, sedikit toksik dan lain-lain.
Penggolongan agent-agent toksik atas dasar mekanisme kerja biokimianya (inhibitor-inhibitor sulfhidril, penghasil met Hb) biasanya lebih memberi penjelasan dibanding penggolongan oleh istilah-istilah umum seperti iritasi dan korosif, tetapi penggolongan-penggolongan yang lebih umum seperti pencemar udara, agen yang berhubungan dengan tempat kerja, dan racun akut dan kronis dapat menyediakan satu sentral yang berguna atas satu masalah khusus.
Selain pengolongan yang lebih umum faktor utama yang mempengaruhui toksitinitas yang berhubungan dengan pemaparan terhadap bahan – bahan kimia tertentu adalah jalur ke dalam tubuh, waktu pemaparan dan frekuensi pemaparan, yaitu
1. Zat padat
Jalur masuk pemaparan ke tubuh manusia yang paling berbahaya melalui sistem inhalasi yaitu jalur hidung melalui tenggorokan dan terakhir paru – paru yang dapat menimbulkan penimbunaan bahan kimia di paru- paru. Yang diakibatkan oleh zat padat, yaitu gas (CO,NOx,), Uap (benzene, CCl4), bahan mudah larut (Kloroform), debu (partikel ukuran 1-10 u).
2. Zat cair
Berikutnya pemaparan lewat percikan zat cair ( topikal ) sehingga akan mengakibatkan iritasi kulit ( sermatitis ) lebih membahayakan bila zat cair terkena mata. Yang diakibatkan oleh zat cair antara lain pestisida, bensin, Pb(PbCO3), H2SO4 ( asam sulfat), dan lain – lain.
3. Zat gas
Jalur masuk pemaparan ke tubuh manusia yang paling berbahaya melalui sistem inhalasi yaitu jalur hidung melelui tenggorokan dan terakhir paru – paru yang dapat menimbilkan peninbunaan bahan kimia di paru- paru. Yang diakibatkan oleh zat, yaitu gas (CO,NOx,), Uap (benzene, CCl4), bahan mudah larut (Kloroform), debu (partikel ukuran 1-10 u).
Berikutnya pemaparan lewat percikan zat cair ( topikal ) sehingga akan mengakibatkan iritasi kulit ( sermatitis ) lebih membahayakan bila zat cair terkena mata. Yang diakibatkan oleh zat cair antara lain pestisida, bensin, Pb(PbCO3), H2SO4 ( asam sulfat), dan lain – lain.
Berikutnya berupa zat padat yang sangat lembut yaitu debu, aneka raga debu yang masuk kedalam tubuh terutama melalui sistem inhalasi, sangat membahayakan sistem pernapasan, semua radang idung , radang tenggorokan ( bronkitis ) dan terakhir radang paru – paru ( pnuemokoniosis ).
Zat padat yang membahayakan antara lain : debu kapas ( byssinosis ), debu asbes ( asbestosis ), debu besi ( siderosis ), debu silika ( silicosis ), debu arang batu ( anthracosis ).
Dari uraian di atas telah terbukti bahwa tidak ada sistem penggolongan tunggal yang dapat diterapkan untuk keseluruhan agen toksik yang beraneka ragam itu dan gabungan dengan sistem-sistem
penggolongan yang berdasarkan faktor-faktor lain boleh jadi diperlukan untuk menyediakan sistem perbandingan terbaik untuk satu tujuan tertentu. Meskipun demikian, system penggolongan yang didasarkan pada sifat kimia dan biologis dari agent-agent dan sifat-sifat pemaparan yang khusus sangat disukai untuk dipergunakan oleh pembuat undang-undang atau tujuan pengawasan dan pada umumnya untuk toksikologi.
3.
Sistem Manajemen Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (SMK3) merupakan salah satu bagian dari sistem manajemen yang bertujuan untuk menciptakan kesehatan dan keselamatan di tempat kerja sehingga timbulnya kecelakaan dan penyakit dapat dikurangi yang pada akhirnya berdampak pada terciptanya lingkungan kerja yang aman, nyaman, efektif, dan produktif dalam bekerja.
Semakin ketatnya persaingan bisnis dan kesadaran akan tingkat kesehatan karyawan yang semakin tinggi menyebabkan sebagian besar perusahaan menerapkan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (SMK3) meskipun dalam penerapannyapun dibutuhkan biaya yang tidak murah pada tahap awalnya. Namun jika penerapan Sistem Manajemen Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (SMK3) ini secara berkesinambungan akan memberikan keuntungan yang tentu melebihi dari biaya yang kita keluarkan untuk menerapkan sistem manajemen ini.
Beberapa contoh manfaat / keuntungan yang bisa peroleh dari penerapan Sistem Manajemen Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (SMK3) ini adalah :
1. Meningkatnya produktivitas kerja karena dapat ditekannya angka kecelakaan yang terjadi di tempat kerja.
2. Dengan ditekannya angka kecelakaan di tempat kerja, maka karyawanpun akan merasa aman dan nyaman dalam bekerja.
3. Dengan perasaan aman dan nyaman pada karyawan maka hubungan antara perusahaan dan karyawanpun akan berlangsung harmonis.
4. Meningkatkan image perusahaan di pangsa pasar karena tidak jarang banyak perusahaan rekanan kita yang mensyaratkan bahwa perusahaan kita harus menerapkan Sistem Manajemen Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (SMK3).
Dari manafaat yang dapat di peroleh jika suatu industri menerapkan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja ( SMK3 ) maka suatu perusahaan tersebut dapat menggunakan itu sebagai promosi perusahaan ke khalayak dan agar khalayak dapat mempercayai eksistensi keberadaan industri tersebut
Hubungan peran Tri Partite
Didalam perusahaan hubungan ini sangat penting sekali karena hubungan antara dinas terkait yang membidangi masalah tenaga kerja dan manajemen perusahaan serta observasi fisik kegiatan tenaga keja oleh dinas terkait setelah otonomi daerah di berlakukan kewenagan dinas tenga kerja diberikan otoritas pengawasan ke daerah industri di wilayah masing – masing yang akan dapat menimbulkan sinbiosis antara dinas terkaiat dengan perusahaan.
Serta dinas tenaga kerja berhak mengadakan pemeriksaan san problem keselamtan kerja, konsultasi dengan majanemen perusahaan agar manajemen yang terdapat d perusahaan dapat berjalan dengan baik dan tingkat kecelakaan yang terjadi dapat di minimalkan.
2. MENGKLARIFIKASI APAR
( 3.2 MENGKLARIFIKASI ALAT PEMADAM API RINGAN )
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
Nama Satuan pendidikan : SMK SETIA GAMA
Mata Pelajaran : TDO
Kelas / Semester : X Otomotif/genap
Materi pokok : K3
Alokasi Waktu : 4x45 Menit
A. Kompetisi Dasar Dan Indikator Pencapaian Kompetensi
3.2 Mengklasifikasi Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
4.2 Menerapkan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
B.Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran Peserta didik diharapkan dapat memahami dan mengklarifikasi apar
C.Langkah – Langkah Kegiatan Pembelajaran
a. Metode ,Media,Dan Sumber Belajar
1. Metode / Model : worksheet atau lembar kerja
2. Alat / Media : Alat peraga papan tulis , laptop & infokus
3. Sumber Belajar : Buku pdto kelas x , lks
b. Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan :
Menyampaikan topik pembahasan/KD pree tes pembudayaan PPK dan literasi
2. Kegiatan Inti :
- Siswa mendalami dan menguasai materi pokok ( KD ) melalui literasi/ media
- Tanya jawab / diskusi kelompok
- Siswa membuat rangkuman tugas / praktek yang di tugaskan oleh guru
- Siswa mempresentasikan hasil kerja individu / kelompok
3. Kegiatan penutup
- Umpan balik dan simpulan materi
- Portofolio dan penugasan
D. Penilaian /( asessment )
a. Penugasan ( fottofolio )
b. Instrumen penilaian individu / kelompok
c. Tes lisan / tertulis
Mengetahui kepala sekolah Jakarta 22 januari 2020
Guru Mata Pelajaran
............................................. ...............................................
Abdul Hakim,S.Ag.MM Suryo Budi Triawan
Kebakaran dapat terjadi di mana saja dan kapan saja selama ada pemicunya, seperti bahan-bahan yang mudah terbakar. Jika Anda memiliki aset yang terindikasi bahan yang mudah terbakar maka Anda harus menyiapkan fire equipment yang dapat memproteksi aset Anda dan mengetahui
bagaimana cara menggunakan alat pemadam api, salah satunya adalah alat pemadam api ringan. Alat pemadam api juga memiliki berbagai macam media yang disesuaikan dengan jenis kebakaran yang telah dikelompokkan pada klasifikasi kelas kebakaran.
Klasifikasi Kelas Kebakaran
Sebelum Anda membeli alat pemadam api, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui alat pemadam api seperti apa yang tepat sehingga efektif dalam penanganan kebakaran. Ada beberapa jenis kebakaran yang diklasifikasikan berdasarkan bahan penyebab kebakaran.
Setiap alat pemadam api memiliki kriteria masing-masing yang dibuat khusus untuk penanganan jenis kebakaran tertentu. Dengan mengetahui kelas-kelas kebakaran tersebut tentunya akan membantu Anda mengenali risiko yang mungkin terjadi sewaktu-waktu.
Klasifikasi Kebakaran Kelas A
Kebakaran kelas A adalah kebakaran yang disebabkan oleh benda padat yang mudah terbakar seperti kayu, kain, kertas, atau plastik.
klasifikasi kelas kebakaran B
Klasifikasi Kebakaran Kelas B
Kebakaran kelas B adalah kebakaran yang disebabkan oleh benda cair atau gas yang mudah terbakar seperti bensin, cat, thinner, gas LPG, dan gas LNG.
klasifikasi kelas kebakaran C
Klasifikasi Kebakaran Kelas C
Kebakaran kelas C adalah kebakaran yang disebabkan oleh penggunaan komponen elektrik (listrik) seperti televisi, refrigerator, instalasi listrik, dan lain sebagainya.
klasifikasi kelas kebakaran D
Klasifikasi Kebakaran Kelas D
Kebakaran kelas D adalah kebakaran yang disebabkan oleh benda metal yang mudah terbakar seperti potassium, sodium, aluminium, dan magnesium.
Media Alat Pemadam Api
Pemilihan media alat pemadam api dapat disesuaikan dengan lokasi atau tempat yang ingin diproteksi agar lebih efektif. Berikut Media alat pemadam api untuk memadamkan kebakaran yang sesuai dengan kelasnya:
Media Alat Pemadam Api Cair
Media alat pemadam api cair biasa digunakan untuk kebakaran kelas A dan B.
Media Alat Pemadam Api Powder
Media alat pemadam api dry powder atau dry chemical powder digunakan untuk mengatasi kebakaran kelas A, B, C, dan D.
Media Alat Pemadam Api CO2 (Karbon Dioksida)
Media alat pemadam api CO2 atau karbon dioksida (carbon dioxide) dapat digunakan untuk memadamkan kebakaran kelas B dan C.
Media Alat Pemadam Api Foam
Media alat pemadam api foam dapat digunakan untuk memadamkan kebakaran kelas A dan B.
Pengertian Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
Pemadam api ringan atau dikenal juga Alat Pemadam Api Ringan (APAR) memiliki fungsi sebagai alat untuk memadamkan api. Alat pemadam api ringan digunakan untuk memadamkan api yang relatif kecil karena ukuran serta kapasitas media pemadam yang terbatas.
Tabung alat pemadam api ringan memiliki ukuran dan kapasitas yang berbeda-beda sehingga pengguna dapat menyesuaikan dengan potensi kebakaran suatu bangunan atau piranti yang ingin diproteksi.
Biasanya tabung alat pemadam api ringan memiliki kapasitas 1 kg, 2 kg, 3 kg, 4 kg, 5 kg, 6 kg, dan 9 kg. Berbagai ukuran dengan media pemadam yang beragam dapat Anda dapatkan di distributor alat pemadam api terpercaya di kota Anda.
Ukuran tabung yang relatif ringan ini dimaksudkan agar mudah dibawa dan digunakan oleh siapa saja karena sifatnya yang portable.
Selain itu, alat pemadam api ini berisi media yang berbeda-beda. Media yang berbeda-beda tersebut dimaksudkan agar upaya pemadaman api lebih efektif. Karena media yang satu dengan yang lainnya memiliki kekurangan dan kelebihan ketika menghadapi sumber kebakaran.
Sumber kebakaran sendiri dapat berasal dari zat cair, padat, gas, maupun logam yang memiliki sifat yang berbeda-beda. Sumber kebakaran berdasarkan zat penyebabnya sudah dikelompokkan pada klasifikasi kelas kebakaran.
Tips Memilih Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
Sebelum Anda membeli alat pemadam api ringan sebaiknya perhatikan beberapa aspek di bawah ini agar tidak salah pilih:
Identifikasi potensi kelas kebakaran yang mungkin terjadi pada suatu bangunan atau aset. Misalnya jika suatu ruangan berisi kertas atau kayu maka ruangan tersebut memiliki potensi kelas kebakaran A.
media pemadam api kebakaran kelas a
Perhatikan ukuran ruangan. Contohnya jika Anda ingin memproteksi suatu ruangan berukuran 3 x 4 meter maka Anda membutuhkan 1 tabung alat pemadam api berukuran 2 kg jika tidak terlalu banyak barang mudah terbakar di ruangan tersebut. Atau gunakan 1 tabung berukuran 6 kg untuk berjaga-jaga ketika banyak barang mudah terbakar di ruangan tersebut.
pemadam api ringan
Ketahui apa saja media pemadam api yang ada di pasaran serta fungsi masing-masing media. Media pemadam api yang sering digunakan di Indonesia yaitu karbon dioksida, foam, dan dry chemical powder. Media-media tersebut memiliki kemampuan yang berbeda dalam menangani kebakaran.
Contohnya alat pemadam api ringan dengan media karbon dioksida dapat mengatasi kelas kebakaran C, namun tidak dapat mengatasi kelas kebakaran A.
Ketahui merek alat pemadam api yang berkualitas dan hubungi distributor atau penyedia alat pemadam api yang terpercaya.
Setelah langkah-langkah di atas Anda lakukan tentunya sekarang Anda dapat memilih alat pemadam api ringan yang cocok untuk kebutuhan proteksi Anda.
Dengan alat pemadam api yang sesuai, kebutuhan proteksi menjadi efektif dan Anda dapat beraktivitas dengan tenang. Tidak lupa juga untuk ketahui bagaimana cara menggunakan alat pemadam api yang benar agar alat pemadam api dapat berfungsi secara maksimal.
3.Memahami prinsip-prinsip pengendalian kontaminasi
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
Nama Satuan pendidikan : SMK SETIA GAMA
Mata Pelajaran : TDO
Kelas / Semester : X Otomotif/genap
Materi pokok : K3
Alokasi Waktu : 4x45 Menit
A. Kompetisi Dasar Dan Indikator Pencapaian Kompetensi
3.3 Memahami prinsip-prinsip pengendalian kontaminasi
4.3 Menerapkan prinsip-prinsip pengendalian kontaminasi
B.Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran Peserta didik diharapkan dapat memahami dan memahami prinsip pengendalian kontaminasi
C.Langkah – Langkah Kegiatan Pembelajaran
a. Metode ,Media,Dan Sumber Belajar
1. Metode / Model : worksheet atau lembar kerja
2. Alat / Media : Alat peraga papan tulis , laptop & infokus
3. Sumber Belajar : Buku pdto kelas x , lks
b. Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan :
Menyampaikan topik pembahasan/KD pree tes pembudayaan PPK dan literasi
2. Kegiatan Inti :
- Siswa mendalami dan menguasai materi pokok ( KD ) melalui literasi/ media
- Tanya jawab / diskusi kelompok
- Siswa membuat rangkuman tugas / praktek yang di tugaskan oleh guru
- Siswa mempresentasikan hasil kerja individu / kelompok
3. Kegiatan penutup
- Umpan balik dan simpulan materi
- Portofolio dan penugasan
D. Penilaian /( asessment )
a. Penugasan ( fottofolio )
b. Instrumen penilaian individu / kelompok
c. Tes lisan / tertulis
Mengetahui kepala sekolah Jakarta 23 januari 2020
Guru Mata Pelajaran
............................................. ...............................................
Abdul Hakim,S.Ag.MM Suryo Budi Triawan
Pengertian Dan Fungsi Pengendalian Kontaminasi (Pengendalian Limbah) Di Bidang Otomotif
Dalam dunia industri yang tidak lepas dari namannya limbah atau sampah. Namun dari berbagai sampah dan limbah tesebut terdapat beberapa zat yang berbahaya sehingga memerlukan penanganan khusus sehingga tidak menyebabkan kontaminasi. Lalu apa kontaminasi itu?
Pengertian Pengendalian Kontaminasi
Kontaminasi sendiri merupakan suatu kondisi dimana terjadi pencampuran atau pencemaran terhadap suatu unsur lain yang memberikan efek tertentu (buruk). Komponen yang dapat menyebabkan kontaminasi sangat beragam mulai dari benda, hewan, maupun berbentuk padat ataupun cair.
Karena sifat yang berbahaya maka kontaminan perlu dikendalikan agar tidak mencampur atau mencemar zat atau unsur lain sehingga dapat membahayakan makhluk hidup terutama manusia. Jadi pengendalian kontaminasi merupakan suatu cara untuk mencegah terjadinya pencampuran atau pencemaran terhadap unsur lain yang dapat memberikan efek buruk baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Jenis-Jenis Kontaminan
Berikut merupakan macam-macam kontaminan:
Kontaminan Cair merupakan kontaminan yang berbentuk cair seperti limbah cairan pembersih, dan lain sebagainya.
Kontaminan Padat merupakan kontaminan yang berbentuk padat seperti sisa-sisa kabel, plastik, semen, dan lain sebagainya.
Kontaminan Gas merupakan kontaminan yang berbentuk gas seperti gas monoksida, gas karbondioksida, cfc, dan lain sebagainya.
Kontaminan B3 merupakan kontaminan dari bahan-bahan kimia berbahaya sehingga memerlukan penanganan khusus seperti oli, minyak rem dan lain sebagainya.
Cara Penanganan Kontaminan
Penanganan Kontaminan Cair melalui proses pengolahan primer (penyaringan, pengolahan awal, pengendapan, pengapungan) , pengolahan sekunder dengan mikroorganisme, desinfeksi, dan endapan lumpur.
Penanganan kontaminan padat dapat melalui proses penimbunan terbuka, sanitary landfill (lubang yang dilapisi plastik), membuat kompos padat, dan daur ulang.
Penangan kontaminan gas dapat melalui kontrol emisi, menghilangkan materi partikulat.
Penanganan kontaminan B3 melalui penanganan khusus seperti sumur injeksi, kolam penyimpanan, dan terapan ilmu fisika biologi dan kimia.
Contoh Kontaminan Yang Ada Di Bengkel
Berikut merupakan macam-macam kontaminan yang ada di bengkel otomotif:
Gas H2SO4 yang merupakan hasil elektrolisis accu pada saat pengisian maupun pengosongan. Hal ini dapat diketahui dari bau menyengat asam sulfat. Oleh karena itu diperlukan ruangan khusus yang digunakan untuk proses pengisian aki dan ruangan tersebut memiliki ventilasi yang baik. Selain berbahaya untuk kesehatan, gas H2SO4 dapat memicu ledakan apabila terkena sumber panas atau api.
Gas buang dari kendaraan bermotor memiliki berbagai unsur yang dapat membahayakan kesehatan seperti karbonmonoksida, karbondioksida, hidrokarbon, dan partikel lainnya. Oleh karena itu, sebuah workshop atau bengkel harus memiliki ventilasi yang baik agar berbagai partikel tersebut tidak meracuni manusia disekitarnya.
Kontaminan Cair seperti uap bensin, cairan pembersih, dan lain sebagainya. Oleh karena itu dalam proses perawatan diperlukan berbagai alat keselamatan seperti masker untuk mencegah terjadinya keracuna akibat berbagai kontaminan cairan.
Limbah B3 atau limbah berbahaya seperti oli dan zat-zat lain yang mengandung bahan-bahan berbahaya. Limbah berbahaya tersebut diperlukan pengelolaan khusus agar tidak mencemari lingkungan. Limbah-limbah tersebut biasanya ditampung terlebih dahulu kemudian dikirim ke tempat penampungan untuk didaur ulang.
Diatas merupakan beberapa contoh pengendalian kontaminasi di bidang otomotif. Selain itu terdapat juga macam-macam kontaminan, cara pengendalian kontaminan, dan contoh kontaminan yang ada di bidang otomotif.
Pengertian Kontaminasi dan Contohnya, Penyebab Kontaminasi
Apa yang dimaksud dengan kontaminasi? Pengertian Kontaminasi adalah suatu kondisi terjadinya percampuran/ pencemaran terhadap sesuatu oleh unsur lain yang memberikan efek tertentu, biasanya berdampak buruk.
Komponen yang menyebabkan terjadinya kontaminasi sangat beragam, baik itu benda mati ataupun mahluk hidup. Kontaminan yang berasal dari benda mati misalnya senyawa kimia dan kotoran. Sedangkan kontaminan yang berasal dari mahluk hidup misalnya mikroba.
Pada umumnya kata kontaminasi selalu dihubungkan dengan sesuatu yang bermakna buruk/ negatif. Penggunaan kata “kontaminasi” sering digunakan untuk banyak hal, termasuk diantaranya:
Makanan (kontaminasi makanan)
Lingkungan (kontaminasi lingkungan)
Bahan makanan (kontaminasi silang)
Bahasa (kontaminasi kata, kalimat)
Baca juga: Pengertian Sampah
Kontaminasi Makanan
Pengertian kontaminasi makanan adalah terjadinya percampuran antara bahan makanan dengan zat, senyawa, atau mahluk hidup lainnya yang bersifat merusak makanan tersebut. Makanan yang sudah terkontaminasi zat yang merusak akan berbahaya bila masuk ke dalam tubuh manusia.
Misalnya, sayur sop yang terkontaminasi kuman berbahaya karena wadahnya kotor, gorengan di pinggir jalan yang terkontaminasi debu, bakso yang terkontaminasi dengan borax, roti yang terkontaminasi jamur, dan lain-lain.
Semua makanan yang sudah terkontaminasi dengan zat/ senyawa berbahaya dapat mengakibatkan keracunan bagi orang yang mengonsumsinya.
Kontaminasi Lingkungan
Pengertian kontaminasi lingkungan adalah masuknya komponen lain (zat, mahluk hidup) ke dalam lingkungan yang mengakibatkan kualitas lingkungan tersebut menjadi rusak. Kontaminasi dapat terjadi karena ulah manusia dan juga karena aktivitas alam.
Contoh kontaminasi akibat kegiatan manusia; limbah pabrik dibuang ke sungai sehingga air sungai menjadi beracun bagi mahluk hidup. Contoh kontaminasi karena aktivitas alam; gunung meletus, gas alam yang beracun).
Baca juga: Pengertian Pencemaran Udara
Kontaminasi Silang
Pengertian kontaminasi silang adalah terjadinya perpindahan bakteri dari bahan pangan mentah ke produk pangan yang sudah jadi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kontaminasi silang umumnya terjadi karena proses penyimpanan bahan makanan dan proses pembuatan makanan yang tidak bersih.
Contoh kontaminasi silang terjadi ketika pisau yang kotor dan terkontaminasi zat berbahaya digunakan untuk mengupas mangga yang akan dimakan. Contoh lain, plasik penyimpanan yang terkontaminasi kotoran digunakan untuk menyimpan daging.
Kontaminasi Bahasa
Dalam istilah bahasa Indonesia, kontaminasi adalah suatu penggabungan beberapa bentuk kata, frasa, susunan, dan kaidah suatu bahasa dengan bahasa lainnya sehingga terbentuk kata baru yang tidak lazim.
Salah satu contoh bentuk kata yang sudah terkontaminasi adalah kata nyuci yang merujuk pada kata mencuci. Bentuk baku kata tersebut adalah mencuci bukan menyuci.
Kontaminasi bahasa ini dapat terjadi disebabkan karena percampuran antara bahasa Indonesia baku dengan bahasa asing atau bahasa daerah tertentu. Dalam hal ini kata nyuci telah terkontaminasi kaidah bahasa Jawa.
Penyebab Kontaminasi
Secara umum ada tiga penyebab kontaminasi, yaitu kontaminasi biologis, kontaminasi kimia, dan kontaminasi fisik.
Kontaminasi Biologi; beberapa penyebab kontaminasi biologi atau mikrobiologis adalah parasit (protozoa dan cacing), virus, bakteri patogen, yang dapat menyebabkan keracunan dan infeksi pada manusia.
Kontaminasi Kimia; bahan kimia yang dapat menimbulkan intoksikasi pada manusia. Beberapa bahan kimia penyebab keracunan diantaranya antibiotika, residu pestisida, cemaran kimia industri.
Kontaminasi Fisik; pencemaran yang sifatnya fisik, misalnya batu, debu, rambut, logam, potongan kayu, kuku, atau bahkan peralatan memasak yang digunakan. Kontaminasi fisik tidak selalu mengakibatkan penyakit, namun tetap berbahaya dan menganggu kesehatan manusia.
Baca juga: Pengertian Eksploitasi
Demikianlah penjelasan singkat mengenai pengertian kontaminasi secara umum dan contohnya, serta penyebab kontaminasi. Semoga artikel ini bermanfaat.
3.4 Memahami proses mesin konversi energi
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
Nama Satuan pendidikan : SMK SETIA GAMA
Mata Pelajaran : TDO
Kelas / Semester : X Otomotif/genap
Materi pokok : K3
Alokasi Waktu : 4x45 Menit
A. Kompetisi Dasar Dan Indikator Pencapaian Kompetensi
3.4 Memahami proses mesin konversi energi
4.4 Mendemontrasikan mesin konversi energi
B.Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran Peserta didik diharapkan dapat memahami dan memahami prosess mesin konversi energi
C.Langkah – Langkah Kegiatan Pembelajaran
a. Metode ,Media,Dan Sumber Belajar
1. Metode / Model : worksheet atau lembar kerja
2. Alat / Media : Alat peraga papan tulis , laptop & infokus
3. Sumber Belajar : Buku pdto kelas x , lks
b. Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan :
Menyampaikan topik pembahasan/KD pree tes pembudayaan PPK dan literasi
2. Kegiatan Inti :
- Siswa mendalami dan menguasai materi pokok ( KD ) melalui literasi/ media
- Tanya jawab / diskusi kelompok
- Siswa membuat rangkuman tugas / praktek yang di tugaskan oleh guru
- Siswa mempresentasikan hasil kerja individu / kelompok
3. Kegiatan penutup
- Umpan balik dan simpulan materi
- Portofolio dan penugasan
D. Penilaian /( asessment )
a. Penugasan ( fottofolio )
b. Instrumen penilaian individu / kelompok
c. Tes lisan / tertulis
Mengetahui kepala sekolah Jakarta 25 januari 2020
Guru Mata Pelajaran
............................................. ...............................................
Abdul Hakim,S.Ag.MM Suryo Budi Triawan
Siklus Otto dan Diesel Pada Mesin Konversi Energi
By suryo budi
Mesin konversi energi adalah sebuah mesin yang bisa digunakan untuk merubah sebuah energi menjadi energi lainnya. Contoh dari mesin ini adalah sebuah mesin kendaraan baik diesel atau otto. Kedua mesin ini bisa merubah sebuah energi panas menjadi sebuah energi gerak.
Prinsip kerja dari kedua mesin ini adalah dengan menggunakan tekanan gas yang dihasilkan dari pembakaran serta udara akan menghasilkan sebuah gaya dorong yang bisa membuat batang torak bergerak. Dari gerakan torak ini akan menghasilkan rotasi pada poros engkol. Dalam sebuah langkah kompresi juga akan menghasilkan gerakan pada torak sehingga torak.
Berdasarkan langkah kerjanya jenis motor diesel ini bisa dibedakan atas dua jenis. Pertama adalah sebuah mesin diesel yang sistim kerjanya menggunakan airless injection yang menggunakan analisa siklus dual.
Mesin Konversi Energi
Selain itu, ada pula diesel yang menggunakan air injection sistim mesin ini menggunakan analisa siklus diesel. Dari kedua jenis mesin ini bisa menghasilkan sebuah putaran berbeda sehingga menghasilkan kecepatan yang juga berbeda. Mesin diesel ini adalah sebuah mesin yang penting yang pertama ditemukan oleh seorang ilmuan bernama Rudolf Diesel.
Mesin konversi energi berupa mesin diesel dan juga otto pada dasarnya memiliki kesamaan. Yakni pada kedua mesin ini memiliki poros engkol, blok silinder, asembli torak, poros hubungan. Untuk perbedaan dari kedua benda ini adalah pada bahan bakar dan desain komponen serta kompresisinya.
Kedua mesin ini juga memiliki prinsip kerja yang sama yakni menghasilkan sebuah gaya gerak yang akan digunakan untuk menggerakkan sebuah benda. Dimana benda tersebut biasanya sebuah kendaraan yang biasa digunakan oleh manusia. Selain itu ada juga mesin-mesin industri dan lainnya yang juga menggunakan mesin diesel.
Cara Kerja Mesin Konversi Energi
Pada mesin konversi energi berupa mesin diesel ini memiliki bahan bakar berupa solar. Berbeda dengan mesin otto yang bahan bakarnya menggunakan bensin. Dalam pembakarannya sebuah mesin diesel menggunakan sebuah kompresi dari udara sehingga pembakaran bisa berlangsung. Untuk mesin otto pembakaran utamanya adalah dengan menggunakan percikan api.
Percikan api ini dihasilkan dari sebuah gaya listrik besar yang ditekankan pada cela busi. Kemudian busi ini akan menghasilkan sebuah percikan api untuk memulai pembakaran. Pembakaran adalah sebuah proses yang penting agar masin bisa bekerja dan bisa menggerakkan benda.
Mesin konversi energi berupa mesin otto biasanya menggunakan perbandingan kompresi 8:1 dan juga diesel menggunakan 16 hingga 22:1. Perbandingan kompresi ini sendiri adalah sebuah perbandingan dari volume udara yang ada dalam silinder baik sesudah langkah kompresi atau sebelumnya. Dalam perbandingan kompresi jika semakin tinggi maka akan semakin memudahkan sebuah mesin itu menyala.
Karena mesin diesel yang berukuran lebih besar inilah yang menyebabkan mesin diesel membutuhkan perbandingan kompresi lebih tinggi. Sedangkan mesin otto ini memiliki mesin yang cenderung kecil sehingga untuk menyelakan mesin ini tidak membutuhkan gaya yang besar.
Dalam sebuah mesin konversi energi dalam bentuk mesin diesel atau mesin otto membutuhkan energi panas dalam pembakarannya. Jika pembakaran tidak terjadi tentu ini berarti terjadi masalah pada pembakarannya. Jika pada mesin otto anda bisa mengecek busi dan cek pembakaran busi tersebut.
Sebuah mesin diesel membutuhkan pembakaran yang besar sehingga seringkali mesin diesel menghasilkan sisa pembakaran yang banyak. Berbeda dengan mesin otto yang biasanya sisa hasil pembakarannya lebih sedikit. Mesin diesel biasanya juga bisa digunakan untuk berbagai jenis mesin baik industri atau untuk kendaraan. Berbeda dengan mesin otto yang umumnya hanya untuk kendaraan kecil karena tenaga dan mesin
Definisi dan Pembahasan Mesin Konversi Energi
1. Pengertian/ Definisi Mesin Konversi Energi
Defenisi Mesin Konversi Energi
Mesin adalah suatu alat yang menghasilkan suatu gerak/kerja. Dari uraian diatas, dapat disimpulkan Mesin Konversi Energi adalah suatu alat yang mengubah suatu energi menjadi energi yang lain sehingga menghasilkan suatu kerja/usaha yang dimanfaatkan untuk kepentingan manusia.
2. Macam – Macam Mesin Konversi Energi adalah sebagai berikut :
A. Motor bakar
Motor bakar, merupakan suatu pesawat kerja yang mengubah energi kimia dari campuran bahan bakar menjadi energi mekanik naik turunnya poros engkol.
Jika ditinjau dari cara memperoleh energi termal ini (proses pembakaran bahan bakar), maka motor bakar dapat dibagi menjadi 2 golongan yaitu: motor pembakaranluar dan motor pembakaran dalam.
1. Motor pembakaran luar
Pada motor pembakaran luar ini, proses pembakaran bahan bakar terjadi di luar mesin itu, sehingga untuk melaksanakan pembakaran digunakan mesin tersendiri. Panas dari hasil pembakaran bahan bakar tidak langsung diubah menjadi tenaga gerak, tetapi terlebih dulu melalui media penghantar, baru kemudian diubah menjadi tenaga mekanik. Misalnya pada ketel uap dan turbin uap.
2. Motor pembakaran dalam
Pada motor pembakaran dalam, proses pembakaran bahan bakar terjadi didalam mesin itu sendiri, sehingga panas dari hasil pembakaran langsung bisa diubah menjadi tenaga mekanik. Misalnya : pada turbin gas, motor bakar torak dan mesin propulasi pancar gas.
Contoh alat transportasi yang menggunakan prinsip kerja motor pembakaran dalam: Turbin pada pesawat terbang, sepeda motor, mobil, truck,
Berdasarkan Prinsip kerjanya motor bakar dibagi atas 3 macam, yaitu :
1. Motor Bakar Bensin
Pada motor bensin, bensin dibakar untuk memperoleh energi termal. Energi ini selanjutnya digunakan untuk melakukan gerakan mekanik.
Prinsip kerja motor bensin, secara sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut : campuran udara dan bensin dari karburator diisap masuk ke dalam silinder, dimampatkan oleh gerak naik torak, dibakar oleh percikan bunga api dari busi untuk memperoleh tenaga panas, yang mana dengan terbakarnya gas-gas akan mempertinggi suhu dan tekanan didalam ruang siliinder, sehingga torak bergerak turun naik di dalam silinder akibat tekanan tinggi pembakaran, Gerak naik turun piston kemudian diubah batang torak menjadi gerak putar poros engkol. Melalui mekanisme katup yang terhubung ke poros engkol pengaturan pembukaan katup masuk bahan bakar dan katup pembuangan sisa-sisa pembakaran dilakukan secara periodik
Contoh kendaraan yang menggunakan Prinsip kerja motor bensin :
2. Motor Bakar Diesel
Motor diesel disebut dengan motor penyalaan kompresi (compression ignition engine) karena penyalaan bahan bakarnya diakibatkan oleh suhu kompresi udara dalam ruang bakar. Dan menggunakan bahan bakar solar dalam pembakarannya.
Prinsip kerja motor bakar diesel
Cara pembakaran dan pengatomisasian (atomizing) bahan bakar pada motor diesel tidak sama dengan motor bensin. Pada motor diesel yang diisap oleh torak dan dimasukkan ke dalam ruang bakar hanya udara, yang selanjutnya udara tersebut dikompresikan sampai mencapai suhu dan tekanan yang tinggi. Beberapa saat sebelum torak mencapai titik mati atas (TMA) bahan bakar solar diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Dengan suhu dan tekanan udara dalam silinder yang cukup tinggi maka partikel-partikel bahan bakar akan menyala dengan sendirinya sehingga membentuk proses pembakaran. Agar bahan bakar solar dapat terbakar sendiri, maka diperlukan rasio kompresi 15-22 dan suhu udara kompresi kira-kira
600ยบC.
3. Motor Bakar Wankel
Dikenal juga dengan nama mesin rotari ( rotaryengine), yaitu tipe mesin yang trdiri atas rotor berbentuk segitiga sama sisi yang berputar dalam stator. Dibandingkan motor torak, getaran motor wankel lebih halus, karena tidak banyak bagian yang bergerak. Selain itu lebih ringan dan lebih kecil ukurannya.
Untuk ukuran yang sama besar, mesin wankel dapat menghasilkan tenaga gerak dua kali lebih besar daripada mesin torak konvensional. Secara umum, bagian utama dari mesin ini adalah rotor segitiga sama sisi dengan bentuk ruang pembakaran berbentuk epitrokoida.
Rotor bergerak sedemikian rupa sehingga ujungnya senantiasa menyentuh dinding ruang pembakaran yang terbagi atas 3 bidang. Dalam tiga bidang tersebut terjadi tiga proses utama operasi sebuah mesin, yaitu, pemampatan bahan bakar, pembakaran bahan bakar, dan pembuangan bahan bakar.
Gas-turbine engine adalah suatu alat yang memanfaatkan gas sebagai fluida untuk memutar turbin dengan pembakaran internal. Didalam turbin gas energi kinetik dikonversikan menjadi energi mekanik melalui udara bertekanan yang memutar roda turbin sehingga menghasilkan daya. Sistem turbin gas yang paling sederhana terdiri dari tiga komponen yaitu kompresor, ruang bakar dan turbin gas.
Prinsip Kerja Sistem Turbin Gas (Gas-Turbine Engine)
Udara masuk kedalam kompresor melalui saluran masuk udara (inlet). Kompresor berfungsi untuk menghisap dan menaikkan tekanan udara tersebut, sehingga temperatur udara juga meningkat. Kemudian udara bertekanan ini masuk kedalam ruang bakar. Di dalam ruang bakar dilakukan proses pembakaran dengan cara mencampurkan udara bertekanan dan bahan bakar.
Proses pembakaran tersebut berlangsung dalam keadaan tekanan konstan sehingga dapat dikatakan ruang bakar hanya untuk menaikkan temperatur. Gas hasil pembakaran tersebut dialirkan ke turbin gas melalui suatu nozel yang berfungsi untuk mengarahkan aliran tersebut ke sudu-sudu turbin. Daya yang dihasilkan oleh turbin gas tersebut digunakan untuk memutar kompresornya sendiri dan memutar beban lainnya seperti generator listrik, dll. Setelah melewati turbin ini gas tersebut akan dibuang keluar melalui saluran buang (exhaust).
C. MOTOR LISTRIK
Motor Listrik merupakan sebuah perangkat elektromagnetik yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan untuk, misalnya memutar impeller pompa, fan atau blower, menggerakan kompresor, mengangkat bahan, dll di industri dan digunakan juga pada peralatan listrik rumah tangga (seperti: mixer, mobil listrik, speda motor listrik, pompa air dsb)
Prinsip Kerja Sistem Motor Listrik
Bagian yang menuju kutub utara kawat konduktor dan yang menuju kutub selatan menerima gaya dari arah vertikal berlawanan sehingga kawat konduktor berputar. Ini disebut prinsip putaran motor.
Konstruksi Motor Listrik
Contoh alat transportasi yang menggunakan prinsip kerja Motor Listrik
D. KOMPRESOR
Kompresor adalah alat pemampat atau pengkompresi udara dengan kata lain kompresor adalah penghasil udara mampat. Karena proses pemampatan, udara mempunyai tekanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan udara lingkungan
Komponen – komponen Kompressor
Konstruksi kompressor jenis torak/piston antara lain meliputi :
1. Silinder Dan Kepala Silinder
Merupakan bejana kedap udara dimana torak bergerak bolak-balik untuk menghisap dan memampatkan udara. Pada umumnya terbuat dari besi cor dengan tekanan kurang dari 50 kgf/cm2 (4,9 MPa).
2. Torak Dan Cincin Torak
Berfungsi untuk melakukan kompresi terhadap udara/gas, sehingga torak harus kuat menahan tekanan dan panas.
3. Katup Katup
Katup – katup pada kompressor berfungsi untuk membuka dan menutup secara otoamtis tanpa mekanisme penggerak katup. Dimana pembukaan katup tergantung dari perbedaan tekanan yang terjadi antara bagian dalam dan bagian luar silinder.
4. Poros Engkol Dan Batang Torak,
Poros engkol berfungsi untuk mengubah gerakan putar menjadi gerak bolak-balik.
5. Kotak Engkol
Berfungsi sebagai dudukan bantalan engkol yang bekerja menahan beban inersia dari masa yang bergerak bolak balik serta gaya pada torak.
6. Pengatur Kapasitas
Mengatur batas volume dan tekanan yang dihasilkan kompressor dengan menggunakan alat yang biasa disebut pembebas beban (unloader).
7. Transmisi Daya, Sebagai penggerak kompressor pada umumnya memakai motor
listrik atau motor bakar torak.
1. Motor Listrik
Pada umumnya diklasifikasi menjadi dua yaitu motor induksi dan motor sikron.
2. Motor Bakar
Motor bakar biasa digunakan sebagai penggerak kompressor bila tidak tersedia sumber listrik ditempat pemasangan kompressor, atau sebagai kompressor portable. Motor bensin bisanya digunakan dengan daya s.d. 5,5 kW sedangkan untuk daya yang lebih besar digunakan motor bakar diesel.
Prinsip Kerja Sistem Kompresor
1. Langkah Hisap : Udara masuk kompresor karena tekanan di dalam silinder
lebih rendah dari 1 atm
2. Langkah Kompresi : udara di dalam kompresor dikompresi, tekanan dan
temperatur udara naik
3. Langkah Pengeluaran : Karena tekanan udara mampat katup keluar terbuka danudara mampat ke luar silinder
Penggunaan Udara Kompressor
• Rem pada bis dan kereta api
• Pintu pneumatik pada bis dan kereta api
E. REFRIGASI (PENGKONDISI UDARA)
Mesin refrigerasi secara umum digunakan untuk pengkondisian udara suatu ruangan,rumah atau industri, sehingga setiap orang yang berada pada ruangan tersebut akan merasa nyaman. Alat ini biasa disebut dengan Air Conditioning.
Komponen sistem Refrigasi Mobil
1. Kompressor
Fungsi compressor pada sistem pendinginan uap (vapor compression system) ada dua macam:
1) untuk mengalirkan uap refrigeran yang mengandung sejumlah panas dari evaporator.
2) Untuk menaikan temperatur uap refrigeran sampai mencapai titik saturasinya (jenuh), titik tersebut lebih tinggi daripada temperatur medium pendinginnya.
Compressor mengambil uap panas pada temperatur rendah di dalam evaporator dan memompakannya ke tingkat temperatur yang lebih tinggi di dalam kondensor, oleh karena itu biasa juga compressor itu disebut heat pump Compressor tersebut dibuat oleh beberapa pabrikan seperti Tecumseh, Nippondenso, York, Delco Air, Sankyo dan lain-lain, dengan bermacam-macam model sesuai dengan kebutuhannya. Pabrikan compressor yang terkenal di Indonesia adalah Nippondenso. Compressor yang digunakan di AC mobil umumnya menggunakan silender (piston) yang terdiri atas satu sampai enam silender.
2. Kondensor adalah komponen penukar panas yang berfungsi untuk mengkondensasikan gas refrigeran dari compressor.
3. Evaporator adalah penukar kalor yang di dalamnya mengalir cairan refrigeran yang berfungsi sebagai penyerap panas dari produk yang didinginkannya sambil berubah phasa.
4. Refrigeran adalah bahan pendingin berupa fluida yang digunakan untuk menyerap panas melalui perubahan phasa cair ke gas (menguap) dan membuang panas melalui perubahan phasa gas ke cair (mengembun).
5. Komponen Kelistrikan
Rangkaian kelistrikan pada sistem AC mobil adalah sangat sederhana seperti terlihat pada gambar 22. Umumnya terdiri atas beberapa komponen seperti : thermostat, fuse, motor blower, kopling magnet (magnetik clutch) dan pusat pengatur kecepatan blower (master control).
6. Fuse
Fuse digunakan untuk menjaga komponen AC dan komponen kelistrikan lainnya dari arus yang berlebih. Ukuran fuse yang digunakan biasanya berada pada kisaran 20 A– 30 A, bergantung pada sistem kelistrikan yang direncanakan.
7. Komponen Kontrol (Matering device)
Komponen kontrol refrigeran merupakan suatu tahanan yang tempatnya berada diantara sisi tekanan tinggi dan sisi tekanan rendah.
8. Magnetik Clutch
Magnetik clutch berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan kompressor dari daya gerak mesin.
9. Master Control
Pada umumnya master control termasuk ke dalam perlengkapan pengatur kecepatan blower.
10. Blower Motor
Blower digunakan untuk menarik udara segar (fresh) atau udara sirkulasi ke dalam ruang penumpang yang sebelumnya dilewatkan melalui evaporator atau heater.
F. Sel bahan bakar (fuel cell)
Adalah Fuel cell pada dasarnya mirip dengan baterai yaitu sumber daya yang menggunakan reaksi kimia untuk menghasilkan arus listrik. Perbedaannya terletak pada sumber energi yang didapat, jika baterai memanfaatkan reaksi kimia dan membutuhkan pengisian daya untuk mendapatkan arus listrik maka fuel cell tidak membutuhkan pengisian daya melainkan pengisian bahan bakar. Jadi fuel cell memanfaatkan bahan bakar untuk direaksikan secara elektrolisis untuk menghasilkan elektron dan mengalirkan arus listrik. Salah satu bahan bakar yang sering digunakan untuk fuel cell adalah hidrogen.
G. Solar cell
Solar cell adalah suatu alat yang mampu mengubah energi panas matahari menjadi energi listrik. Dalam perkembangan energi listrik mampu dimanfaatkan menjadi berbagai macam energi lainnya, salah satu contohnya energi gerak.
Secara sederhana solar cell terdiri dari persambungan bahan semikonduktor bertipe p dan n (p-n junction semiconductor) yang jika tertimpa sinar matahari maka akan terjadi aliran electron, nah aliran electron inilah yang disebut sebagai aliran arus listrik.
3.5 Memahami klasifikasi engine
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
Nama Satuan pendidikan : SMK SETIA GAMA
Mata Pelajaran : TDO
Kelas / Semester : X Otomotif/genap
Materi pokok : K3
Alokasi Waktu : 4x45 Menit
A. Kompetisi Dasar Dan Indikator Pencapaian Kompetensi
3.5 Memahami klasifikasi engine
4.5 Mengidentifikasi model-model engine
B.Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran Peserta didik diharapkan dapat memahami dan memahami klasifikasi engine
C.Langkah – Langkah Kegiatan Pembelajaran
a. Metode ,Media,Dan Sumber Belajar
1. Metode / Model : worksheet atau lembar kerja
2. Alat / Media : Alat peraga papan tulis , laptop & infokus
3. Sumber Belajar : Buku pdto kelas x , lks
b. Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan :
Menyampaikan topik pembahasan/KD pree tes pembudayaan PPK dan literasi
2. Kegiatan Inti :
- Siswa mendalami dan menguasai materi pokok ( KD ) melalui literasi/ media
- Tanya jawab / diskusi kelompok
- Siswa membuat rangkuman tugas / praktek yang di tugaskan oleh guru
- Siswa mempresentasikan hasil kerja individu / kelompok
3. Kegiatan penutup
- Umpan balik dan simpulan materi
- Portofolio dan penugasan
D. Penilaian /( asessment )
a. Penugasan ( fottofolio )
b. Instrumen penilaian individu / kelompok
c. Tes lisan / tertulis
Mengetahui kepala sekolah Jakarta 26 januari 2020
Guru Mata Pelajaran
............................................. ...............................................
Abdul Hakim,S.Ag.MM Suryo Budi Triawan
Klasifikasi Engine
Engine adalah suatu alat yang memiliki kemampuan untuk merubah energi panas yang dimiliki oleh bahan bakar menjadi energi gerak.
Dibawah ini adalah bagan klasifikasi engine:
A. Internal Combustion Engine
Mesin pembakaran dalam merupakan sebuah mesin yang proses pembakarannya berada di dalam ruang tertutup atau sering disebut dengan istilah ruang bakar (combustion chamber).
Campuran udara dan bahan bakar akan dihisap masuk ke dalam ruang bakar lalu kemudian akan di bakar di dalam ruang bakar tersebut untuk menghasilkan tenaga ledakan pembakaran yang nantinya digunakan sebagai tenaga putar untuk menggerakkan kendaraan.
Contoh mesin pembakaran dalam sering kita temui pada kendaraan-kendaraan baik sepeda motor, mobil, bus, truk dan lain sebagainya. Mesin pembakaran dalam sendiri berdasarkan jenis bahan bakar yang digunakan antara lain mesin bensin dan mesin diesel.
Macam-macam mesin pembakaran dalam apabila dilihat dari prinsip kerjanya antara lain mesin Piston, Wankel dan Rotational Motion Type.
Kelebihan mesin pembakaran dalam dibandingkan dengan mesin pembakaran luar antara lain :
1. Pemakaian bahan bakar yang digunakan akan lebih hemat karena mesin pembakaran dalam memiliki efiiensi panas yang lebih baik.
2. Konstruksi mesin lebih sederhana (kecil) karena tidak seperti pada mesin pembakaran luar yang memerlukan komponen tambahan, misalnya pada mesin uap maka mesin tersebut memerlukan ketel uap.
3. Karena konstruksi mesin sederha maka mesin pembakaran dalam ini tidak memerlukan tempat yang luas atau tidak memakan tempat dibandingkan dengan mesin pembakaran luar/
4. Lebih cepat dan lebih mudah untuk dijalankan (dioperasikan).
Internal Combustion Engine
1. Piston Engine
Adalah sebuah internal combustion engine yang menggunakan piston dalam pengoperasianya.
Internal combustion engine yang menggunakan piston ada dua tipe yaitu Diesel dan spark ignited.
A. Diesel engine.
Motor bakar diesel biasa disebut juga dengan Mesin diesel (atau mesin pemicu kompresi) adalah motor bakar pembakaran dalam yang menggunakan panas kompresi untuk menciptakan penyalaan dan membakar bahan bakar yang telah diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Mesin ini tidak menggunakan busi seperti mesin bensin atau mesin gas.
Mesin ini ditemukan pada tahun 1892 oleh Rudolf Diesel, yang menerima paten pada 23 Februari 1893. Diesel menginginkan sebuah mesin untuk dapat digunakan dengan berbagai macam bahan bakar termasuk debu batu bara. Dia mempertunjukkannya pada Exposition Universelle (Pameran Dunia) tahun 1900 dengan menggunakan minyak kacang (biodiesel). Mesin ini kemudian diperbaiki dan disempurnakan oleh Charles F. Kettering.
Mesin diesel memiliki efisiensi termal terbaik dibandingkan dengan mesin pembakaran dalam maupun pembakaran luar lainnya, karena memiliki rasio kompresi yang sangat tinggi. Mesin diesel kecepatan-rendah (seperti pada mesin kapal) dapat memiliki efisiensi termal lebih dari 50%.
Mesin diesel dikembangkan dalam versi dua-tak dan empat-tak. Mesin ini awalnya digunakan sebagai pengganti mesin uap. Sejak tahun 1910-an, mesin ini mulai digunakan untuk kapal dan kapal selam, kemudian diikuti lokomotif, truk, pembangkit listrik, dan peralatan berat lainnya. Pada tahun 1930-an, mesin diesel mulai digunakan untuk mobil.
Sejak saat itu, penggunaan mesin diesel terus meningkat dan menurut British Society of Motor Manufacturing and Traders, 50% dari mobil baru yang terjual di Uni Eropa adalah mobil bermesin diesel, bahkan di Prancis mencapai 70%.
Mesin Diesel dua tak
Mesin diesel 2 tak menggunakan 2 langkah atau two-stroke dalam menempuh satu kali siklus kerja. Sementara tiap langkah, itu membutuhkan setengah putaran engkol. Jadi bisa dikatakan prinsip kerja motor diesel 2 langkah adalah mesin yang mengubah energi panas (kimiawi) menjadi energi gerak dengan satu kali putaran engkol.
Energi panas, dihasilkan dari pembakaran antara solar dan oksigen yang dikompresi. Hasil dari pembakaran tersebut akan menimbulkan daya ekspansi yang mendorong piston untuk bergerak.
Memahami cara kerja engine 2 dan 4 langkah
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
Nama Satuan pendidikan : SMK SETIA GAMA
Mata Pelajaran : TDO
Kelas / Semester : X Otomotif/genap
Materi pokok : K3
Alokasi Waktu : 4x45 Menit
A. Kompetisi Dasar Dan Indikator Pencapaian Kompetensi
3.6 Memahami cara kerja engine 2 dan 4 langkah
4.6 Menjelaskan cara kerja engine 2 dan 4 langkah
B.Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran Peserta didik diharapkan dapat memahami cara kerja engine 2 dan 4 langkah
C.Langkah – Langkah Kegiatan Pembelajaran
a. Metode ,Media,Dan Sumber Belajar
1. Metode / Model : worksheet atau lembar kerja
2. Alat / Media : Alat peraga papan tulis , laptop & infokus
3. Sumber Belajar : Buku pdto kelas x , lks
b. Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan :
Menyampaikan topik pembahasan/KD pree tes pembudayaan PPK dan literasi
2. Kegiatan Inti :
- Siswa mendalami dan menguasai materi pokok ( KD ) melalui literasi/ media
- Tanya jawab / diskusi kelompok
- Siswa membuat rangkuman tugas / praktek yang di tugaskan oleh guru
- Siswa mempresentasikan hasil kerja individu / kelompok
3. Kegiatan penutup
- Umpan balik dan simpulan materi
- Portofolio dan penugasan
D. Penilaian /( asessment )
a. Penugasan ( fottofolio )
b. Instrumen penilaian individu / kelompok
c. Tes lisan / tertulis
Mengetahui kepala sekolah Jakarta 28 Januari 2020
Guru Mata Pelajaran
............................................. ...............................................
Abdul Hakim,S.Ag.MM Suryo Budi Triawan
Memahami cara kerja engine 2 dan 4 langkah
Mesin Diesel 4 Tak
Penamaan 4 tak itu memiliki arti 4 langkah, atau dalam bahasa Inggris 4-stroke. Yang artinya mesin ini memiliki empat langkah dalam satu siklus kerja. 4 langkah itu adalah :
1) Langkah hisap
2) Langkah kompresi
3) Langkah usaha
4) Langkah buang
antara mesin diesel 2 tak dan 4 tak bisa dilihat perbedaannya, mesin diesel 2 tak menghasilkan satu kali pembakaran setiap satu putaran engkol. Hasilnya tenaga lebih besar namun bahan bakar lebih boros. Sementara mesin diesel 4 tak, menghasilkan satu kali pembakaran setiap dua kali putaran engkol. Hasilnya bahan bakar lebih irit namun power kalah. Berikut cara kerja mesin diesel 4 tak :
1) Langkah hisap
Langkah hisap adalah proses masuknya udara kedalam ruang silinder. Pemasukan udara ini terjadi ketika piston bergerak dari TMA (titik mati atas) ke TMB (titik mati bawah). Gerakan ini akan memperbesar volume didalam silinder mesin, sehingga udara dari luar masuk melewati intake valve.
2) Langkah kompresi
Langkah kompresi adalah proses pemampatan udara didalam ruang silinder. Mengapa udara perlu dimampatkan ? ini terkait proses pembakaran solar.
Mungkin anda tahu kalau mesin diesel itu tidak dilengkapi busi, itu karena mesin diesel dapat melakukan pembakaran tanpa percikan api dari busi. Ini dikenal dengan self combustion.
Namun, agar terjadi self combustion maka udara harus dipampatkan atau dikompresi hingga suhunya naik melebihi titik bakar solar. Dengan demikian, solar yang diinjeksikan kedalam udara bersuhu tinggi dapat terbakar dengan sendirinya.
Langkah kompresi ini berlangsung seusai langkah hisap, ketika piston sudah sampai ke TMB diakhir langkah hisap, piston akan kembali naik ke TMA. Akibatnya ada penyempitan volume silinder. Pada kondisi ini baik intake valve maupun exhaust valve tertutup, sehingga penyempitan ruang silinder ini akan mengkompresi udara yang ada didalamnya.
3) Langkah Usaha
Langkah usaha atau langkah pembakaran adalah proses terjadinya pembakaran didalam mesin. Pada proses inilah solar dimasukan melalui injektor kedalam ruang bakar. Seperti yang kita bahas, udara akan mengalami peningkatan suhu karena terus dikompresi. Dan ketika piston mencapai TMA, udara tersebut sudah dalam level suhu tertingginya (melebihi titik bakar solar) saat inilah solar dikabutkan melalui injektor. Hasilnya, terjadilah pembakaran yang menghasilkan daya ekspansi.
Daya ekspansi ini akan mendorong piston untuk bergerak ke bawah sampai ke TMB.
4) Langkah Buang
Langkah buang adalah proses pengeluaran gas sisa pembakaran dari dalam ruang bakar. Proses ini terjadi saat piston kembali naik ke TMA seusai terkena daya ekspansi pembakaran.
Saat langkah ini, exhaust valve terbuka sehingga gerakan naik piston akan mendorong gas sisa pembakaran untuk keluar ke knalpot.
Ketika piston mencapai TMA diakhir langkah buang, maka inilah yang disebut dengan satu siklus mesin 4 tak. Satu siklus mesin 4 tak ini terdiri dari empat langkah, yang masing-masing langkah membutuhkan setengah putaran engkol. Sehingga untuk menyelesaikan satu siklus full, dibutuhkan 2 putaran engkol.
Mesin diesel dari model ruang bakarnya dibagi menjadi dua, yaitu :
1) Indirect Combustion
Indirect injection berasal dari dua kata, in (anti/tidak) dan direct (langsung). Sehingga bisa diartikan bahwa diesel indirect injection adalah sebuah mesin diesel yang melaksanakan pembakaran tidak secara langsung.
Pembakaran tidak langsung artinya, proses pembakaran mesin tidak secara langsung pada ruang piston, namun terdapat sebuah combustion camber yang terletak terpisah dengan ruang piston namun masih memiliki saluran ke ruang piston. Sehingga saat terjadi pembakaran, energi akan tersalurkan ke piston dan akan membuat mesin bekerja maksimal.
Tujuan pembakaran tidak langsung ini adalah agar mesin diesel khususnya mesin diesel menengah ke bawah dapat bekerja lebih efisien, dengan menciptakan sebuah ruangan dimana udara dapat menggumpal dengan tekanan yang tinggi. Sehingga saat solar keluar dari injector, pembakaran dapat berlangsung dengan baik.
Pada mesin diesel berkapasitas besar seperti pada truck tronton dan bus, jenis pembakaran indirect tidaklah efektif. Karena sudah mengusung displacement yang besar, sehingga ruang bakar juga memiliki volume yang besar pula. Untuk itu jenis mesin diesel dengan displacement besar banyak menggunakan sistem bahan bakar direct injection.
Secara umum baik mesin diesel direct injection atau bukan, memiliki komponen dengan fungsi yang sama. Namun pada sistem indirect, ada beberapa komponen yang nihil pada sistem direct injection.
· Glow plug
Glow plug atau busi pijar adalah komponen pada mesin diesel yang berfungsi untuk memanaskan ruang bakar saat kondisi suhu mesin masih dingin. Cara kerja glow plug adalah dengan mengubah energi listrik menjadi panas melalui kawat yang memijar bila dialiri arus listrik.
Pada sistem injeksi tidak langsung, busi pijar menjadi komponen wajib karena akan sangat membantu khususnya saat start dingin. Tapi tidak menutup kemungkinan sistem direct injection untuk menggunakan komponen ini. Untuk mesin CRDI dengan kapasitas menengah juga banyak menggunakan glow plug untuk membantu menghidupkan mesin di pagi hari.
· Combustion Chamber
Sebetulnya, baik mesin bensin atau mesin diesel harus memiliki ruang bakar yang akan digunakan sebagai tempat terjadinya pembakaran. Namun pada mesin diesel khususnya indirect injection, ruang bakar diletakan terpisah dari piston. Umumnya mang ruang bakar terletak tepat diatas piston agar hasil panas pembakaran langsung digunakan untuk menggerakan mesin.
Namun pada mesin diesel, memiliki perbandingan kompresi yang tinggi. Sehingga ruang bakar juga menjadi lebih kecil. Jika mesin ini memiliki displacement besar tentu tidak masalah, tapi jika mesin diesel cc kecil maka akan menyulitkan proses pembakaran. Untuk itulah combustion chamber dibuat agar udara dapat lebih menggumpal pada suatu ruang.
Cara Kerja Sistem injeksi tidak langsung mesin diesel Sistem indirect injection hanya memiliki perbedaan saat langkah kompresi dan usaha. Sementara secara umum, cara kerja mesin diesel indirect injection sama dengan prinsip kerja mesin diesel umum. Sebelum menyalakan mesin diesel indirect, terlebih dahulu mengaktifkan glow plug selama sekitar 1 menit agar suhu pada ruang bakar meningkat.
Keuntungan dari Indirect Injection:
ร Tingkat turbulen yang tetap tinggi di berbagai putaran mesin
ร Tidak memerlukan sistem injeksi yang tinggi
ร Kecil kemungkinan untuk terjadinya penyumbatan pada injektor
Kerugian dari Indirect Injection:
ร Konsumsi BBM yang kurang efisien dan perpindahan panas yang rendah
ร Rasio kompresi yang lebih tinggi dibutuhkan saat start
2) Direct Injection
Sistem direct injection adalah sistem dimana bahan bakar diinjeksikan ke dalam ruang bakar yang terletak pada bagian mahkota pada piston. Untuk menghasilkan campuran bahan bakar dan udara lebih efektif, maka digunakan nozzle dengan type hole. Pada type direct injection, piston memiliki cavity di bagian muka piston.
Keuntungan dari penggunaan sistem ini :
ร Hemat bahan bakar
รผ Karena bahan bakar diinjeksikan secara langsung ke dalam ceruk pada mahkota dari piston, energi yang di hasilkan pada langkah usaha digunakan sepenuhnya untuk menekan piston ke TMB.
รผ Karena tidak memiliki lubang penghubung antara ruang bakar mula dan ruang bakar utama, sehingga tidak mengalami kerugian pada saat campuran udara dan bahan bakar melewati saluran penghubung.
รผ karena perbandingan kompresi yang rendah pada type ini, akan mengurangi kerugian gesekan yang disebabkan oleh gerakan piston ring dengan cylinder liner.
ร Daerah penyalaan dari ruang bakar lebih kecil sehingga kerugian panas akibat adanya air pendingin dapat dikurangi.
ร Kompresi rasio yang rendah, memudahkan pencapaian TMA pada saat menghidupkan mesin dengan tangan dan engkol starter
ร Kerugian panas dan gesekan yang kecil, maka tidak memerlukan alat penyalaan awal (preheating)
ร Karena konstruksinya yang tanpa ruang bakar mula, beban panas akan menjadi lebih kecil, sehingga tidak ada distorsi pada kedudukan katup (valve seat) maupun keretakan pada cylinder head karena panas berlebihan.
Kerugian dari Direct Injection:
ร Cederung suara mesin lebih kasar dan bising
ร Lebih rentan terhadap penyumbatan dalam injektor karena lubang injektor lebih kecil
ร Output tenaga yang cenderung lebih kecil
ร Turbulensi kecil pada kecepatan rendah
B. Spark Ignited Engine
Spark Ignited Engine atau biasa di sebut dengan OTTO engine atau mesin bensin adalah sebuah tipe mesin pembakaran dalam yang menggunakan nyala busi untuk proses pembakaran, dirancang untuk menggunakan bahan bakar bensin atau yang sejenis.
Mesin bensin berbeda dengan mesin diesel dalam metode pencampuran bahan bakar dengan udara, dan mesin bensin selalu menggunakan penyalaan busi untuk proses pembakaran.
Pada mesin diesel, hanya udara yang dikompresikan dalam ruang bakar dan dengan sendirinya udara tersebut terpanaskan, bahan bakar disuntikan ke dalam ruang bakar di akhir langkah kompresi untuk bercampur dengan udara yang sangat panas, pada saat kombinasi antara jumlah udara, jumlah bahan bakar, dan temperatur dalam kondisi tepat maka campuran udara dan bakar tersebut akan terbakar dengan sendirinya.
Pada mesin bensin, umumnya udara dan bahan bakar dicampur sebelum masuk ke ruang bakar, pencampuran udara dan bahan bakar dilakukan oleh karburator atau sistem injeksi. Bahan bakar yang becampur udara mengalir kedalam ruang bakar dan dikompresikan dalam ruang bakar, kemudian dipercikan bunga api listrik yang berasal dari busi.
Karena itu motor bensin disebut juga sebagai spark ignation engine. Ledakan yang terjadi dalam ruang bakar mendorong torak, kemudian mengerakan poros engkol untuk didistribusikan ke roda.
Tipe-tipe mesin bensin berdasarkan siklus proses pembakaran adalah:
ร Mesin dua tak, memerlukan dua langkah piston dalam satu siklus proses pembakaran.
ร Mesin empat tak, memerlukan empat langkah piston dalam satu siklus proses pembakaran.
ร Mesin enam tak, memerlukan enam langkah piston dalam satu siklus proses pembakaran.
ร Mesin wankel (rotary engine/wankel engine). memerlukan satu putaran penuh rotor dalam satu siklus pembakaran.
a. Mesin Bensin 2 tak
Motor bakar dua tak adalah mesin pembakaran dalam yang dalam satu siklus pembakaran akan mengalami dua langkah piston, berbeda dengan putaran empat-tak yang mengalami empat langkah piston dalam satu kali siklus pembakaran, meskipun keempat proses intake, kompresi, tenaga dan pembuangan juga terjadi.
Prinsip kerja Motor bakar dua tak yakni dengan menghasilkan satu siklus di setiap putarannya. Artinya satu putaran engkol berarti satu siklus mesin.
Ini sangat berbeda dengan motor bakar 4 tak yang memiliki dua putaran engkol dalam satu siklus kerja mesin. Motor 4 tak memiliki 4 langkah dimana setiap langkah itu memakan setengah putaran engkol, sementara motor 2 tak itu hanya memiliki 2 langkah sehingga cukup 1 putaran untuk menghasilkan siklus kerja mesin.
Langkah piston Turun
Langkah pertama adalah ketika piston turun dari TMA ke TMB. Pada proses ini terjadi pembesaran volume silinder karena saat posisi piston diatas, volume silinder akan sangat minim. sementara ketika piston bergerak bawah, maka volumenya berangsur membesar.
Pembesaran volume silinder ini menyebabkan adanya kevakuman (daya hisap). Sebaliknya, dibagian crankcase justru terjadi pengecilan volume karena piston bergerak kearah bawah.
pada saat piston bergerak kebawah, dinding piston akan menutup saluran intake, sehingga udara didalam crankcase akan mengalir ke combustion chamber melalui transfer port.
Langkah Piston Naik
Ketika piston bergerak dari TMB ke TMA, maka akan terjadi pengecilan volume ruang bakar, pergerakan piston ke atas, juga akan menutup transfer port dan exhaust port. Sehingga pergerakan piston ini akan mengkompresi udara dan bensin yang sebelumnya sudah masuk ke ruang bakar.
Disisi lain pada crankcase, gerakan piston ke atas menyebabkan pembesaran volume. Saat langkah ini, saluran intake akan kembali terbuka dan campuran udara bensin kembali masuk ke crankcase. Ketika piston sudah mencapai puncak, maka busi akan menyala.
Saat ini tekanan kompresi sudah sangat tinggi akibatnya terjadilah pembakaran. Pembakaran ini akan mendorong piston berekspansi, sehingga piston bergerak ke arah bawah. ketika piston bergerak kebawah, saluran exhaust dan transfer port akan terbuka sehingga udara bersih dari crankcase akan mendorong gas sisa pembakaran keluar melalui exhaust port.
ร Kelebihan motor bakar dua tak
รผ Top RPM mesin lebih tinggi
รผ Tenaga mesin juga lebih besar
รผ Suara lebih nyaring
ร Kekurangan motor bakar dua tak
รผ Bensin lebih boros
รผ Perlu oli samping
รผ Emisi sangat buruk
b. Mesin Bensin 4 tak
Four stroke engine adalah sebuah mesin dimana untuk menghasilkan sebuah tenaga memerlukan empat proses langkah naik-turun piston, dua kali rotasi kruk as, dan satu putaran noken as (camshaft).
Empat proses tersebut terbagi dalam siklus :
a) Langkah hisap : Bertujuan untuk memasukkan kabut udara – bahan bakar ke dalam silinder. Sebagaimana tenaga mesin diproduksi tergantung dari jumlah bahan-bakar yang terbakar selama proses pembakaran.
Prosesnya adalah :
1. Piston bergerak dari Titik Mati Atas (TMA) menuju Titik Mati Bawah (TMB).
2. Klep inlet terbuka, bahan bakar masuk ke silinder,
3. Kruk As berputar 180 derajat,
4. Noken As berputar 90 derajat,
5. Tekanan negatif piston menghisap kabut udara-bahan bakar masuk ke silinder.
b) Langkah Kompresi : Langkah KompresiDimulai saat klep inlet menutup dan piston terdorong ke arah ruang bakar akibat momentum dari kruk as dan flywheel.Tujuan dari langkah kompresi adalah untuk meningkatkan temperatur sehingga campuran udara-bahan bakar dapat bersenyawa. Rasio kompresi ini juga nantinya berhubungan erat dengan produksi tenaga.
Prosesnya sebagai berikut :
1. Piston bergerak kembali dari TMB ke TMA
2. Klep In menutup, Klep Ex tetap tertutup
3. Bahan Bakar termampatkan ke dalam kubah pembakaran (combustion chamber)
4. Sekitar 15 derajat sebelum TMA , busi mulai menyalakan bunga api dan memulai proses pembakaran
5. Kruk as mencapai satu rotasi penuh (360 derajat)
6. Noken as mencapai 180 derajat
c) Langkah Tenaga : Dimulai ketika campuran udara/bahan-bakar dinyalakan oleh busi. Dengan cepat campuran yang terbakar ini merambat dan terjadilah ledakan yang tertahan oleh dinding kepala silinder sehingga menimbulkan tendangan balik bertekanan tinggi yang mendorong piston turun ke silinder bore.
Gerakan linier dari piston ini dirubah menjadi gerak rotasi oleh kruk as. Enersi rotasi diteruskan sebagai momentum menuju flywheel yang bukan hanya menghasilkan tenaga, counter balance weight pada kruk as membantu piston melakukan siklus berikutnya.
Prosesnya sebagai berikut :
1. Ledakan tercipta secara sempurna di ruang bakar
2. Piston terlempar dari TMA menuju TMB
3. Klep inlet menutup penuh, sedangkan menjelang akhir langkah usaha klep buang mulai sedikit terbuka.
4. Terjadi transformasi energi gerak bolak-balik piston menjadi energi rotasi kruk as
5. Putaran Kruk As mencapai 540 derajat
6. Putaran Noken As 270 derajat
d) Langkag Buang : Langkah buang menjadi sangat penting untuk menghasilkan operasi kinerja mesin yang lembut dan efisien. Piston bergerak mendorong gas sisa pembakaran keluar dari silinder menuju pipa knalpot. Proses ini harus dilakukan dengan total, dikarenakan sedikit saja terdapat gas sisa pembakaran yang tercampur bersama pemasukkan gas baru akan mereduksi potensial tenaga yang dihasilkan.
Prosesnya adalah :
1. Counter balance weight pada kruk as memberikan gaya normal untuk menggerakkan piston dari TMB ke TMA
2. Klep Ex terbuka Sempurna, Klep Inlet menutup penuh
3. Gas sisa hasil pembakaran didesak keluar oleh piston melalui port exhaust menuju knalpot
4. Kruk as melakukan 2 rotasi penuh (720 derajat)
5. Noken as menyelesaikan 1 rotasi penuh (360 derajat)
OVERLAPING
Overlap adalah sebuah kondisi dimana kedua klep intake dan out berada dalam possisi sedikit terbuka pada akhir langkah buang hingga awal langkah hisap.
Berfungsi untuk efisiensi kinerja dalam mesin pembakaran dalam. Adanya hambatan dari kinerja mekanis klep dan inersia udara di dalam manifold, maka sangat diperlukan untuk mulai membuka klep masuk sebelum piston mencapai TMA di akhir langkah buang untuk mempersiapkan langkah hisap.
Dengan tujuan untuk menyisihkan semua gas sisa pembakaran, klep buang tetap terbuka hingga setelah TMA. Derajat overlaping sangat tergantung dari desain mesin dan seberapa cepat mesin ini ingin bekerja.
manfaat dari proses overlaping :
1. Sebagai pembilasan ruang bakar, piston, silinder dari sisa-sisa pembakaran
2. Pendinginan suhu di ruang bakar
3. Membantu exhasut scavanging (pelepasan gas buang)
4. memaksimalkan proses pemasukkan bahan-bakar
Dari jenis bahan bakarnya otto engine memiliki dua klasifikasi yaitu bahan bakar gas dan bahan bakar minyak yaitu bensin.
2. Wankel / Rotari engine
Mesin wankel atau disebut juga mesin rotary adalah mesin pembakaran dalam yang digerakkan oleh tekanan yang dihasilkan oleh pembakaran diubah menjadi gerakan berputar pada rotor yang menggerakkan sumbu.
Mesin ini dikembangkan oleh insinyur Jerman Felix Wankel. Dia memulai penelitiannya pada awal tahun 1950an di NSU Motorenwerke AG (NSU) dan prototypenya yang bisa bekerja pada tahun 1957. NSU selanjutnya melisensikan konsepnya kepada beberapa perusahaan lain di seantero dunia untuk memperbaiki konsepnya.
Prinsip Kerja mesin Wankel
- Posisi rotor sisi a merupakan proses langkah hisap, pada langkah hisap campuran udara dan bahan bakar dihisap masuk ke ruang vakum.
- Posisi rotor sisi b awal merupakan proses langkah kompresi, pada langkah ini campuran udara dan bahan bakar dikompresikan, posisi rotor sisi b akhir merupakan proses langkah usaha, pada langkah ini busi membakar campuran udara dan bahan bakar, tekanan tinggi hasil dari pembakaran menghasilkan ledakan dan menimbulkan tenaga untuk menggerakkan rotor.
- Posisi rotor sisi c merupakan proses langkah pembuangan, pada langkah ini tekanan tinggi hasil pembakaran keluar melalui exhaust port menuju knlapot.
3. Rotational Motion Type Engine
a. Turbin Gas
Turbin gas/ Gas-turbine adalah suatu alat yang memanfaatkan gas sebagai fluida untuk memutar turbin dengan memanfaatkan kompresor dan mesin pembakaran internal. Di dalam turbin gas, energi kinetik dikonversikan menjadi energi mekanik melalui udara bertekanan yang memutar sudu turbin sehingga menghasilkan daya. Sistem turbin gas terdiri dari tiga komponen utama, yaitu kompresor, ruang bakar dan turbin.
Turbin gas digunakan sebagai penggerak generator listrik. Agar turbin dapat berputar, dibutuhkan beberapa komponen yang lain. Turbin gas merupakan serangkain komponen yang dirangkai menjadi kesatuan yang dinamakan siklus brayton. Siklus ini terdiri dari kompresor, combuster, dan turbin. Agar turbin gas dapat beroperasi dengan baik dan seefisien mungkin, turbin gas diperlukan peralatan-peralatan lain seperti lubrication system, control system, cooling system, fuel system, dan lain-lain.
Pada pembangkit listrik, turbin gas tidak hanya digunakan untuk menggerakkan generator listrik. Akan tetapi turbin gas ini juga digunakan sebagai pemanas ada HRSG (Heat Recovery SteamGenerator). Temperatur pada sisi exhaust turbine masih cukup tinggi. Apabila gas sisa dari turbin gas dibuang ke atmosfir akan sia-sia.
FUNGSI DAN PRINSIP KERJA TURBIN GAS
Dalam aplikasinya, turbin gas tidak dapat bekerja tanpa komponen kompresor dan ruang bakar/combuster. Ketiga komponen tersebut membentuk siklus yang dikenal dengan nama ”Siklus Brayton”. Fungsi dan prinsip kerja dari siklus ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Turbin gas pada kondisi ideal memanfaatkan gas bertekanan yang didapat dari udara atmosfir yang dimampatkan dengan menggunakan kompresor pada kondisi isentropik (reversibel adiabatik/entropi konstan). Udara yang bertekanan tinggi ini kemudian dibakar dalam ruang bakar pada tekanan tetap. Dari ruang bakar, gas yang sudah dibakar bersama dengan bahan bakar diekspansikan ke turbin sebagai penggerak beban generator.
proses 1-2 : Proses pemempatan udara secara isentropik dengan menggunakan kompresor
proses 2-3 : Pemasukan bahan bakar pada tekanan konstan. Pemasukan bahan baker ini dilakukan di dalam combuster
proses 3-4 : Proses ekspansi gas hasil pembakaran (dari combuster). Ekspansi gas panas hasil pembakaran dilakukan pada turbin. Ekspansi dilakukan dalam kondisi isentropik.
proses 4-1 : Proses pembuangan panas pada tekanan konstan.
Pada proses pemampatan udara (proses 1-2), secara termodinamika kompresor membutuhkan kerja sebesar selish entalpi antara inlet kompresor dengan exhaust kompresor. Pada combuster (proses 2-3) terjadi pemasukan kalor dari pembakaran bahan bakar bersama-sama dengan udara yang dimampatkan. Sedangkan pada proses ekspansi pada turbin (proses 3-4), gas hasil pembakaran digunakan sebagai tenaga untuk memutar sudu-sudu pada rotor turbin. Rotor yang berputar ini akan memutar poros/shaft yang akan memutar poros generator. Generator inilah yang akan membangkitkan listrik. Isentropik merupakan kondisi entropi yang terjadi konstan.
Prinsip Kerja Kompresor
Kompresor yang biasanya dipakai pada turbin gas adalah axial compressore dan centrifugal compressore. Pada axial compressore, bentuk dari sudu-sudu rotor mendekati bentuk dari airfoils. Secara global kompresor bekerja dengan cara menyedot udara kemudian mendorong udara ini ke sudu tetap. Pada sudu tetap ini, bentuknya menyerupai bentuk dari difusor. Difusor ini berfungsi untuk memperbesar tekanan dan menurunkan kecepatan dari udara (prinsip bernoully aparatus).
Prinsip Kerja Combuster
Dari kompresor, udara bertekanan dibawa ke ruang bakar (combuster). Di ruang bakar, udara bertekanan dibakar bersama dengan fuel/bahan bakar. Bahan bakar yang umum dipakai dalam ruang bakar ini adalah gas alam (natural gas). Selain gas alam, bahan bakar yang biasa dipakai sebagai bahan bakar adalah fuel oil/ minyak (dengan efisiensi tinggi). Bahan bakar yang dibakar berfungsi untuk menaikkan temperatur.
Combuster didesain untuk menghasilkan campuran, pengenceran dan pendinginan sehingga gas yang keluar dari ruang bakar merupakan temperatur rata-rata dari campuran. Panjang dari ruang bakar didesain dengan mempertimbangkan waktu dan tempat yang cukup untuk bahan bakar bisa terbakar sempurna dan memudahkan pemantik untuk membakar bahan bakar menjadi lebih mudah. Desain ruang bakar juga mempertimbangkan masalah residu pembakaran. Desain ruang bakar harus mempertimbangkan bagaimana mereduksi gas NOx.
Prinsip Kerja Turbin
Pada turbin gas, temperature and preassure drop, dikonversi diubah menjadi energi mekanik. Konversi energi berlangsung dalam dua tahap. Pada bagian nosel, gas panas mengalami proses ekspansi. Sedangkan energi panas diubah menjadi energi kinetik. Hampir 2/3 dari kerja yang dibutuhkan dari siklus ini diperlukan untuk menggerakkan kompresor. Oleh karena itu, kerja output dari turbin, dipakai untuk menggerakkan poros penggerak beban, hanya mempresentasikan 1/3 dari kerja siklus.
Pada turbin, khususnya pada 1st stage, yang menggerakkan bucket dan disc, harus mampu menahan temperatur yang cukup ekstrim (2200°F/ 1204°C). Temperatur yang sangat tinggi ini juga bercampur dengan kotoran/ kontaminan dari udara dan bahan bakar sehingga sangat rawan terkena korosi. Kontaminasi ini sangat sulit untuk dikontrol,sehingga dibutuhkan bahan paduan/alloys dan proses coating yang cukup bagus untuk melindungi material dari korosi dan memaksimalkan umur dari komponen ini.
B. External combustion Engine
Mesin pembakaran luar atau dalam bahasa inggrisnya disebut eksternal combustion engine adalah mesin yang menghasilkan sebuah usaha atau tenaga dimana pembakarannya dilakukan diluar mesin itu sendiri contohnya adalah mesin uap. pada mesin uap ini air yang dipanaskan lalu diubah menjadi uap, uap yang berhembus kencang tersebut diarahkan pada bilah-bilah atau daun turbin, dimana daun atau bilah turbin tersebut dihubungkan dengan sebuah as, kalau daun turbin tersebut ditendang oleh uap yang diarahkan padanya maka otomatis as juga akan ikut berputar.
Memahami proses dasar pembentukan logam
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
Nama Satuan pendidikan : SMK SETIA GAMA
Mata Pelajaran : TDO
Kelas / Semester : X Otomotif/genap
Materi pokok : K3
Alokasi Waktu : 4x45 Menit
A. Kompetisi Dasar Dan Indikator Pencapaian Kompetensi
3.7 Memahami proses dasar pembentukan logam
4.7 Melaksanakan proses dasar pembentukan logam
B.Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran Peserta didik diharapkan dapat memahami prosedur dasar pembentukan logam
C.Langkah – Langkah Kegiatan Pembelajaran
a. Metode ,Media,Dan Sumber Belajar
1. Metode / Model : worksheet atau lembar kerja
2. Alat / Media : Alat peraga papan tulis , laptop & infokus
3. Sumber Belajar : Buku pdto kelas x , lks
b. Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan :
Menyampaikan topik pembahasan/KD pree tes pembudayaan PPK dan literasi
2. Kegiatan Inti :
- Siswa mendalami dan menguasai materi pokok ( KD ) melalui literasi/ media
- Tanya jawab / diskusi kelompok
- Siswa membuat rangkuman tugas / praktek yang di tugaskan oleh guru
- Siswa mempresentasikan hasil kerja individu / kelompok
3. Kegiatan penutup
- Umpan balik dan simpulan materi
- Portofolio dan penugasan
D. Penilaian /( asessment )
a. Penugasan ( fottofolio )
b. Instrumen penilaian individu / kelompok
c. Tes lisan / tertulis
Mengetahui kepala sekolah Jakarta 28 Januari 2020
Guru Mata Pelajaran
............................................. ...............................................
Abdul Hakim,S.Ag.MM Suryo Budi Triawan
DASAR-DASAR PEMBENTUKAN LOGAM
Tujuan utama Proses Manufacturing adalah untuk membuat komponen dengan mempergunakan material tertentu yang memenuhi persyaratan bentuk dan ukuran, serta struktur yang mampu melayani kondisi lingkungan tertentu.
Melihat faktor-faktor diatas maka faktor membuat suatu bentuk tertentu merupakan faktor
utama.
Ada beberapa metoda atau membuat geometri (bentuk dan ukuran) dari suatu bahan
yang dikelompokan menjadi enam kelompok dasar proses pembuatan ( manufacturing
proces) yaitu : proses pengecoran ( casting), proses pemesinan (machining), proses
pembentukan logam (metal forming), proses pengelasan (welding), perlakuan panas (heat
treatment), dan proses perlakuan untuk mengubah sifat karakteristik logam pada bagian
permukaan logam (surface treatment).
1. Proses pengecoran (casting)
Suatu teknik pembuatan produk dimana logam dicairkan dalam tungku peleburan kemudian
dituangkan kedalam rongga cetakan yang serupa dengan bentuk asli dari produk cor yang
akan dibuat.
proses pengecoran logam
2. Proses pemesinan (machining)
Proses pemotongan logam disebut sebagai proses pemesinan adalah proses pembuatan
dengan cara membuang material yang tidak diinginkan pada benda kerja sehingga diperoleh
produk akhir dengan bentuk,ukuran, dan surface finishng diinginkan.
Pemesinan Skrap Roda Gigi
Pemesinan Broaching.
Pemesinan Mengefrain
Pemesinan Hobing
Pemesinan Mengebor
Pemesinan Membubut
Pemesinan Menyekrap
3. Proses pembentukan logam (metal forming)
Proses metal forming adalah melakukan perubahan bentuk pada benda kerja dengan cara
memberikan gaya luar sehingga terjadi deformasi plastis.
metal forming
4. Proses pengelasan (welding)
Proses penyambungan dua bagian logam dengan jalan pencairan sebagian dari daerah yang
akan disambung. Adanya pencairan dan pembekuan didaerah tersebut akan menyebabkan
terjadinya ikatan sambungan.
pabrikasi & pengelasan logam
5. Proses perlakuan panas (heat treatment)
Heat treatment adalah proses untuk meningkatkan kekuatan material dengan cara perlakuan
panas.
perlakuan panas
6. Surface treatment
Proses surface treatment adalah proses perlakuan yang diterapkan untuk mengubah sifat
karakteristik logam pada bagian permukaan logam dengan cara proses thermokimia, metal spraying.
machine surface treatment
Proses pemesinan atau lebih spesifik lagi proses pembuangan material (material removal
proces), memberikan ketelitian yang sangat tinggi dan fleksibilitas (keluwesan) yang besar.
Namun demikian proses ini cenderung menghasilkan sampah dari proses pembuangan
material tersebut secara sia-sia.
Proses deformasi memanfaatkan sifat beberapa material (biasanya logam ) yaitu NHPDPSXDQQ\D ³PHQJDOLU VHFDUD SODVWLV ³ SDGD NHDGDDQ SDGDW WDQSD PHUXVDN VLIDW-sifatnya.
Dengan menggerakkan material secara sederhana ke bentuk yang kita inginkan ( sebagai lawan dari membuang bagian yang tidak diperlukan ), maka sedikit atau bahkan tidak ada material yang terbuang sia-sia.
Namun demikian biasanya gaya yang diperlukan cukup tinggi.
Di samping itu, mesin-mesin
dan perkakas yang diperlukan harganya mahal sehingga jumlah produksi yang besar merupakan
alasan pokok untuk membenarkan pemilihan proses ini.
Kegunaan material logam dalam masyarakat modern ditentukan oleh mudah tidaknya
material tersebut dibentuk (forming) kedalam bentuk yang bermanfaat. Hampir semua logam
mengalami deformasi sampai pada tingkat tertentu selama proses pembuatannya menjadi
produk akhir.
Ingat dalam proses pengecoran, strand dan slabs direduksi ukurannya dan diubah ke dalam
bentuk-bentuk dasar seperti plates, sheet, dan rod. Bentuk-bentuk dasar ini kemudian
mengalami proses deformasi lebih lanjut sehingga diperoleh kawat (wire) dan myriad (
berjenis ± jenis) produk akhir yang dihasilkan melalui tempa (forging), ekstrusi, sheet metal
forming dan sebagainya.
Deformasi yang diberikan dapat berupa aliran curah (bulk flow) dalam 3 dimensi, geser
sederhana (simple shearing), tekuk sederhana atau gabungan (simple or compound bending)
atau kombinasi dari beberapa jenis proses tersebut.
SEMBER: MODUL PLPG TEKNIK OTOMOTIF (Rayon 115)
BAB 2.1
PROSES-PROSES DASAR PEMBENTUKAN LOGAM
Benda benda dari logam yang sering kita lihat tidaklah ditemukan dalam bentuknya seperti itu, akan tetapi sudah mengalami proses pembentukan. Pada mulanya logam logam tersebut ditemukan di alam dalam bentuk biji-biji logam yang ditambang, selanjutnya di olah dan dipisahkan dari kandungan lain untuk didapatkan logam yang diinginkan, kemudian diproduksi dalam bentuk benda setengah jadi maupun benda jadi.
Pada kebanyakan benda-benda jadi yang kita lihat sudah melalui beberapa tahapan pekerjaan pembentukan logam.
2.1 Proses Pengecoran
Didalam teknik pembentukan logam untuk mendapatkan benda kerja yang diinginkan dengan cara pengecoran dilakukan dengan mengikuti proses-proses secara umum yang akan dijelaskan pada uraian dibawah ini. Akan tetapi kebanyakan benda kerja hasil pengecoran masih membutuhkan pekerjaan pekerjaan lanjutan.
2.1.1 Proses Peleburan
Proses peleburan adalah proses pencairan logam baik dari biji-biji logam maupun benda logam setengah jadi, dari bentuk padat menjadi bentuk cair agar mudah untuk dituang kedalam cetakan. Proses ini dilakukan dengan memanaskan logam tersebut dengan temperatur sesuai temperatur cair dari masing-masing logam yang akan dicor atau dituang kedalam cetakan, hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan dapur tinggi atau tungku-tungku pengecoran.
2.1.2 Pembuatan Cetakan
Untuk membentuk logam sesuai dengan bentuk yang diinginkan dengan cara dicor atau dituang diperlukan cetakan. Dalam pembuatan cetakan diperlukan beberapa langkah pekerjaan sebagai berikutnya:
2.1.2.1 Pembuatan Model
Model adalah benda tiruan yang dibuat menyerupai benda aslinya, sebagai tiruan yang dibuat dari bahan-bahan yang mudah dibentuk dan tidak mudah berubah bentuk, sesuai dengan ukuran yang ada pada gambar kerja. Biasanya dibuat dari bahan kayu atau bahan-bahan lain.
Fungsi dari model ini digunakan pada saat membuat cetakan dari pasir cetak.
2.1.2.2 Pembuatan Inti
Inti dibuat manakala benda jadi yang diinginkan mempunyai rongga di dalamnya. Inti biasanya dibuat dari bahan yang mudah dihancurkan, sehingga mudah dalam proses mengeluarkan pada saat selesai proses pengecoran.
Inti ini sifatnya hanya sekali pakai, sehingga akan selalu dibuat inti baru manakala akan dilakukan pengecoran benda kerja yang berongga.
2.1.2.3 Pembuatan Cetakan
Berdasarkan dari model dan inti yang ada dibuatlah cetakan. Cetakan sekali pakai biasanya dibuat dari pasir cetak, sedangkan cetakan yang dipakai berulang-ulang biasanya terbuat dari logam yang mempunyai titik lebur lebih tinggi daripada logam-logam yang akan dicor atau di tuang, sehingga cetakan tidak ikut lebur dan tidak cepat rusak.
2.1.3 Proses pengecoran
Setelah logam sudah cair dan cetakan sudah disiapkan, maka proses selanjutnya adalah pengecoran, yaitu penuangan bahan logam cair ke dalam cetakan. Logam dalam bentuk cair dituangkan kedalam cetakan melalui lubang pengisian, selanjutnya didinginkan. Setelah dingin cetakan dibuka atau dihancurkan maka benda kerja sudah jadi siap untuk dikerjakan lebih lanjut yang merupakan pekerjaan lanjutan.
Menerapkan cara penggunaan OMM (operation maintenance manual), service manual dan part book sesuai peruntukannya
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
Nama Satuan pendidikan : SMK SETIA GAMA
Mata Pelajaran : TDO
Kelas / Semester : X Otomotif/genap
Materi pokok : K3
Alokasi Waktu : 4x45 Menit
A. Kompetisi Dasar Dan Indikator Pencapaian Kompetensi
3.8 Menerapkan cara penggunaan OMM (operation maintenance manual), service manual dan part book sesuai peruntukannya
4.8 Menggunakan OMM (operation maintenance manual), service manual dan part book sesuai peruntukannya
B.Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran Peserta didik diharapkan dapat memahami Menerapkan cara penggunaan OMM
C.Langkah – Langkah Kegiatan Pembelajaran
a. Metode ,Media,Dan Sumber Belajar
1. Metode / Model : worksheet atau lembar kerja
2. Alat / Media : Alat peraga papan tulis , laptop & infokus
3. Sumber Belajar : Buku pdto kelas x , lks
b. Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan :
Menyampaikan topik pembahasan/KD pree tes pembudayaan PPK dan literasi
2. Kegiatan Inti :
- Siswa mendalami dan menguasai materi pokok ( KD ) melalui literasi/ media
- Tanya jawab / diskusi kelompok
- Siswa membuat rangkuman tugas / praktek yang di tugaskan oleh guru
- Siswa mempresentasikan hasil kerja individu / kelompok
3. Kegiatan penutup
- Umpan balik dan simpulan materi
- Portofolio dan penugasan
D. Penilaian /( asessment )
a. Penugasan ( fottofolio )
b. Instrumen penilaian individu / kelompok
c. Tes lisan / tertulis
Mengetahui kepala sekolah Jakarta 31 Januari 2020
Guru Mata Pelajaran
............................................. ...............................................
Abdul Hakim,S.Ag.MM Suryo Budi Triawan
Operation Maintenance Manual
OMM (OPERATION MAINTENANCE MANUAL)
SERVICE MANUAL DAN PART BOOK
A. Definisi Manual book, manual service atau manual repair ??
adalah buku panduan yang digunakan dalam memandu pelaksanaan service yang mengacu pada standar service pabrik.
sumber referensi dasar untuk proses diagnostik, tips, perakitan dan pembongkaran, sistem operasi, pengujian dan pengaturan, dan semua spesifikasi system pada mesin. Service Manual ini diterbitkan segera setelah mesin baru diproduksi.
B. Isi dari manual book ??
1. Sistem operasi: cara mengoperasikan suatu alat atau engine, sehingga alat atau engine tersebut terhindar dari kemungkinan kerusakan.
2. Pembongkaran dan perakitan: cara atau standar operasional prosedur pembongkaran komponen atau engine yang direkomendasikan oleh produsen pembuatnya
3. Pengujian dan pengaturan: berisi petunjuk tentang cara mengkalibrasikan dan menyetel alat atau engine
4. Spesifikasi Produk: berisi informasi yang penting tentang spesifikasi dari alat atau engine yang dibuat.
C. Keuntungan menggunakan manual book ??
misalnya : bagi para mekanik, tidak akan ada lagi proses coba-coba dalam melaksanakan service kendaran sedangkan untuk pemilik mobil akan lebih mengenal mobil mereka sehingga apa bila ada trobel kecil pada mobil mereka maka tersebit bisa di atasi sendiri.
D. Fungsi OMM, Service Manual Dan Part Book Dalam Pemeliharaan Kendaraan ??
Istilah ”pemeliharaan” mengacu pada suatu pekerjaan yang dilakukan untuk menjaga agar semua bagian dari mesin, kendaraan atau peralatan tetap pada kondisi pengoperasian yang standar.
”Pemeliharaan Berkala” menunjuk pada pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan secara teratur berdasarkan jadwal. Pabrik-pabrik biasanya menyertakan jadwal-jadwal pemeliharaan yang dianjurkan bersama dengan produk-produknya.
Sering juga perusahaan-perusahaan perseorangan mengikuti anjuran-anjuran tersebut dan menerapkan atau mengubahnya agar sesuai dengan persyaratan perencanaan pemeliharaan mereka.
“ Pemeliharaan berkala tidak hanya mencegah kerusakan-kerusakan, namun juga memperpanjang masa kerja dari kendaraan-kendaraan dan peralatan. ”
E. Service Manuals dibagi menjadi beberapa bagian:
1. Power Train
2. Engine
3. Pelumasan dan pemeliharaan
4. Sistem Kelistrikan
PENGETAHUAN DASAR HYDROLIK
I. DASAR SISTEM HIDROLIK.
Dalam sistem hidrolik fluida cair berfungsi sebagai penerus gaya. Minyak mineral adalah jenis fluida cair yang umum dipakai.
Sifat dari zat cair :
- Tidak mempunyai bentuk yang tetap, selalu menyesuaikan bentuk yang ditempatinya.
- Zat cair tidak dapat dikompresi.
- Meneruskan tekanan ke segala arah.
Hidrolik dapat dinyatakan sebagai alat yang memindahkan tenaga dengan mendorong sejumlah cairan tertentu. Komponen pembangkit aliran fluida bertekanan disebut pompa, dan komponen pengubah tekanan hidrolik menjadi gerak mekanik (lurus/rotasi) disebut elemen kerja (silinder/motor hidroulik).
Keuntungan-keuntungan sistem hidrolik :
- Fleksibel dalam penempatan komponen transmisi tenaga.
- Gaya yang sangat kecil dapat digunakan untuk mengangkut gaya yang besar.
- Penerus gaya (oli) juga berfungsi sebagai pelumas.
- Beban dengan mudah bisa dikontrol dengan menggunakan katup pengatur tekanan (relief valve).
- Dapat dioperasikan pada kecepatan yang berubah-ubah.
- Arah operasi dapat dibalik seketika.
- Lebih aman jika beroperasi pada beban berlebih.
- Tenaga dapat disimpan dalam akumulator.
Kelemahan sistem hidrolik :
Sistem hidrolik membutuhkan suatu lingkungan yang betul-betul bersih. Komponen-komponennya sangat peka terhadap kerusakan-kerusakan yang diakibatkan oleh debu, korosi dan kotoran-kotoran lain, serta panas yang mempengaruhi sifat-sifat minyak hidrolik.
PERSAMAAN / RUMUS DASAR
Tekanan adalah gaya per-satuan luas penampang.
Dalam persamaan dinyatakan dengan :
P = F / A
dimana :
P = Pressure/ Tekanan (Pascal).
F = Force/gaya (Newton).
A = Area/luas (Meter 2)
Kapasitas adalah jumlah aliran per-satuan waktu.
Dalam persamaan dinyatakan dengan :
Q = V / t
dimana :
Q = Kapasitas/Debit (M3/dt).
V = Volume Fluida (M3).
t = Waktu (dt).
Atau ;
Q = A x V
dimana :
A = Luas (Meter 2).
V = Kecepatan Fluida (M/dt).
Persamaan Boyle :
P1 x V1 = P2 x V2
dimana :
P = Tekanan
V = Volume
Persamaan Kontinuitas :
Q1 = Q2 A1 x V1 = A2 x V2
Konversi satuan :
- 1 Pascal = 1 Newton/ Meter2 (Pa = N/M2)
- 1 Bar = 105 Pa = 100 kPa = 14.7 Psi (Lbf/ in2) = 1 Kgf/ Cm2
- 1 M3/dt = 60 M3/menit
- 1 M3/menit = 1000 LPM (liter/menit).
II. FLUIDA HIDROLIK.
Fungsi fluida hidrolik :
- Sebagai pemindah/penerus gaya.
- Pelumas bagian-bagian yang bergesekan.
- Pengisi celah (seal) jarak antara dua bidang yang melakukan gesekan.
- Sebagai pendingin atau penyerap panas yang timbul akibat gesekan.
Syarat fluida hidrolik :
- Mampu mencegah korosi atau kontaminasi.
- Mampu mencegah adanya pembentukan endapan.
- Tidak mudah membentuk buih-buih oli.
- Stabil & mampu menjaga nilai kekentalan.
- Dapat memisahkan kandungan air.
- Sesuai atau cocok dengan penyekat/seal dan gasket yang dipakai pada komponen.
Hal terpenting yang perlu diperhatikan dalam pemilihan fluida hidrolik adalah “Viscositas”, karena viscositas akan mempengaruhi kemampuan untuk mengalir dan melumasi bagian-bagian yang bergesakan. Viscositas fluida hidrolik dinyatakan dengan Nilai Viscositas.
Dalam pemilihan nilai viscositas oli sebaiknya mengacu pada manufactur pompa / sistem hidrolik agar sistem bekerja secara optimal.
Viscositas oli yag tinggi memberikan pengisian yang baik antara celah (gap) dari pompa, valve & motor hidrolik, tetapi jika nilai viscositas terlalu tinggi akan mengakibatkan :
- Hambatan yang besar sehingga menyebabkan seretnya gesekan elemen penggerak (actuator) dan kavitasi pompa (udara masuk ke pompa).
- Pemakaian tenaga bertambah, karena kerugian gesekan.
- Penurunan tekanan bertambah melalui saluran-saluran dan katup-katup.
Jika viscositas oli terlalu rendah, akan mengakibatkan :
- Kerugian-kerugian kebocoran dalam yang berlebihan.
- Aus berlebihan oleh karena pelumasan tidak mencukupi pada pompa dan motor.
- Menurunkan efisiensi motor dan pompa.
- Suhu oli naik atau bertambah karena kerugian-kerugian kebocoran bagian dalam.
Nilai viscositas oli dinyatakan dengan :
- Viscositas absolut : Poise atau Centipoise (Cp).
Pressure Regulating Valve
- Viscositas kinematik : Centistoke (Cst).
- Viscositas relatif : SUS (Saybolt Universal Second).
- Angka koefisien Society of Automotive Engineer (SAE).
- Derajat engler (oE)
III. PRESSURE REGULATING VALVE (KATUP PENGATUR TEKANAN)
Pressure regulating valve digunakan untuk mengatur tekanan sistem atau subsistem suatu rangkaian hidrolik. Ada beberapa jenis valve tersebut yang mana fungsi dari valve tersebut didalam rangkaian dijadikan dasar untuk penamaannya.
Beberapa Valve yang digolongkan dalam rressure regulating valve adalah Pressure relief valve (Katup pelepas/pengaman tekanan), Pressure reducing valve (Katup penurun tekanan). Unloading valve, Offloanding valve, Counter balance valve dan Sequence valve
a. Pressure Relief Valve
Digunakan untuk mengatasi tekanan maksimum sistem dalam rangkaian atau sub rangkaian, dengan demikian akan memberikan perlindungan terhadap beban berlebih.
b. Pressure Reducing Valve
Digunakan untuk mengurangi atau menurunkan batas-batas tekanan dari rangkaian utama ke tekanan yang lebih rendah pada suatu sub rangkaian.
c. Unloading Valve
- Digunakan untuk menyediakan arah balik aliran pompa ke tanki, sementara sistem harus dipertahankan (sistem unloading).
- Disebut juga katup pengisi akumulator.
d. Offloading Valve
Digunakan untuk menyediakan arah balik aliran pompa ke tangki sementara tekanan sistem tidak dipertahankan (sistem off loading).
e. Counter Balance Valve
Digunakan untuk memberikan perlawanan aliran fluida pada saat batas-batas tekanan yang dapat dipilih (gaya pengimbang).
f. Sequence Valve
Digunakan untuk menimbulkan gerakan dalam suatu sistem dalam suatu urutan-urutan tertentu dan untuk menjaga tekanan minimum yang ditentukan sebelumnya dalam saluran primer sementara operasi sekunder tetap berlangsung
F. Part Book
Part Book (buku komponen) dikeluarkan untuk semua produk dan digunakan sebagai referensi pemesanan komponen. Buku ini dicetak bagi pengguna dan dikirim pada setiap pengiriman mesin. Buku-buku ini direvisi dan diterbitkan kembali secara berkala dan dipublikasikan garis besarnya.
G. Informasi pada Part Book tersebut adalah:
1. Dikeluarkan untuk Semua Produk
2. Berisikan Nomor Komponen
3. Nama Komponen
4. Lokasi di Mesin
5. Jumlah komponenn yang digunakan.
3.9 Memahami dasar-dasar system hidraulik
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
Nama Satuan pendidikan : SMK SETIA GAMA
Mata Pelajaran : TDO
Kelas / Semester : X Otomotif/genap
Materi pokok : K3
Alokasi Waktu : 4x45 Menit
A. Kompetisi Dasar Dan Indikator Pencapaian Kompetensi
3.9 Memahami dasar-dasar system hidraulik
4.9 Menjelaskan dasar-dasar dan symbol pada system hidraulik
B.Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran Peserta didik diharapkan dapat memahami dasar-dasar system hidraulik
C.Langkah – Langkah Kegiatan Pembelajaran
a. Metode ,Media,Dan Sumber Belajar
1. Metode / Model : worksheet atau lembar kerja
2. Alat / Media : Alat peraga papan tulis , laptop & infokus
3. Sumber Belajar : Buku pdto kelas x , lks
b. Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan :
Menyampaikan topik pembahasan/KD pree tes pembudayaan PPK dan literasi
2. Kegiatan Inti :
- Siswa mendalami dan menguasai materi pokok ( KD ) melalui literasi/ media
- Tanya jawab / diskusi kelompok
- Siswa membuat rangkuman tugas / praktek yang di tugaskan oleh guru
- Siswa mempresentasikan hasil kerja individu / kelompok
3. Kegiatan penutup
- Umpan balik dan simpulan materi
- Portofolio dan penugasan
D. Penilaian /( asessment )
a. Penugasan ( fottofolio )
b. Instrumen penilaian individu / kelompok
c. Tes lisan / tertulis
Mengetahui kepala sekolah jakarta 2 Februari 2020
Guru Mata Pelajaran
............................................. ...............................................
Abdul Hakim,S.Ag.MM Suryo Budi Triawan
Dasar dasar hidrolik
HYDRAULIC SYSTEM
SISTEM HIDROLIK
Definisi : Suatu sistem (rangkaian kerja) pada mesin yang menggunakan Fluida sebagai media Tenaga atau Gaya. Konsep yang mendasari sebuah sistem Hidrolik adalah SANGAT SEDERHANA; dengan menggunakan suatu fluida non-compressible dan menggunakan tenaga di satu titik dan dipindahkan ke titik yang lain.
Kelebihan sistem Hydraulic
Dengan Perangkat kecil tapi tenaganya besar : Dibandingkan dengan sumber tenaga lain yang mampu menghasilkan besar tenaga yang sama, maka alat hidrolik berukuran kecil dan ringan.
Bisa dioperasikan dari jauh, Walaupun antara sumber tenaga dan panel pengoperasian dipisahkan oleh jarak,namun power tetap bisa disalurkan dari jauh.
Tenaga yang dihasilkan bisa diatur dengan akurat, Untuk memegang benda, menekan dsb, secara mekanik merupakan hal yang sulit untuk mengendalikannya. Namun dengan hidrolik, hanya dengan 1 tombol saja, semua pekerjaan dengan mudah dilakukan.
Penanganan beban berlebih dengan mudah dilakukan, Pemasangan alat pengaman untuk kasus overload mudah dilakukan. Bila beban dikembalikan ke posisi normal, maka secara otomatis pompa hidrolik akan bekerja seperti semula.
Mengganti kecepatan kapanpun dengan mudah bisa dilakukan Pada mesin yang menggunakan sistim roda gigi, perubahan kecepatan hanya bisa dilakukan dengan cara tertentu. Namun pada mesin hidrolik, hanya dengan memutar valve, kecepatan bisa dirubah-rubah semau kita
Kekurangan sistem Hydraulic
Biaya pembuatan relatif besar, Dibanding mesin sistem lain, pembuatan sistem hidrolik memerlukan biaya yang relatif besar.
Perlu penanganan minyak yang ketat, Menjaga minyak dari kotoran, dan memeriksa suhu minyak, perlu dilakukan secara teliti dan ketat
Minyak adalah barang yang berbahaya, Minyak yang dipakai untuk hidrolik tergolong mudah terbakar. Karena itu harus diperhatikan dengan seksama, barang-barang bersuhu tinggi di sekelilingnya. Namun demikian, ada juga minyak yang tidak mudah terbakar
Terjadi loss Energi pada saat transmisi, Karena terjadi perubahan energi mekanik, menjadi energi hidrolik, loss energi pada saat transmisi merupakan hal yang tidak bisa dihindarkan.
Bagian-bagian hidrolik
Oli : Oli adalah sebagai media tekanan/gaya. Pada mesin mesin produksi kita oli hidrolik menggunakan jenis SAE 32 Super Hydro.
Tangki oli: Tangki pada system Hydraulic berfungsi sebagai Reservoir/Penampung Oli.
simbol
Strainer : Strainer Berfungsi sebagai Penyaring Oli dari kotoran yang berada pada Reservoir.
simbol
Motor : Motor Berfungsi untuk Mengubah energi listrik menjadi energi mekanik ( Putaran ), Pada system hydraulic ini motor berfungsi untuk menggerakan Pompa.
simbol
Coupling : Coupling Berfungsi sebagai media pemindah Transmisi /Putaran dari Motor ke Pompa. Tidak semua Motor pada System Hydraulic menggunakan Coupling.
simbol
Pompa : Didalam Sistem Hidrolik Pompa berfungsi sebagai Pembangkit tenaga / Aliran Oli yang akan di distribusikan hingga Cylinder. Pada pompa ini terdapat Regulator yang berfungsi untuk mengatur tekanan oli yang akan disupply. Hydraulic system dipakai pada beban – beban yang cukup besar, pada mesin-mesin produksi kita hydraulic system dipakai untuk Clamping, Pressing, dll.
simbol
Pressure Switch : Pressure Switch adalah alat yang berfungsi untuk mendeteksi Tekanan Oli. Selain dari Pressure Switch utama Pada Hydraulic System, ada beberapa pressure switch yang difungsikan pada Solenoid Valve, ini digunakan sesuai dengan kebutuhan tekanan pada Solenoid Valve.
simbol
Pressure Gauge : Pressure Gauge berfungsi sebagai Alat Pengukur tekanan Oli pada Pompa, ada juga beberapa Pressure Gauge yang digunakan pada Solenoid Valve.
simbol
Pipe : Hose/Pipa pada system Hydraulic Sebagai Media. Pendistribusian Oli dari Pompa hingga Cylinder.
simbol
Check Valve : Di dalam Sistem Hidrolik, Check Valve berfungsi untuk membuka Valve aliran
searah, dan menutup jika ada tekanan / Aliran Balik.
simbol
Solenoid : Didalam Sistem Hidrolik, Solenoid berfungsi sebagai Pengatur arah aliran oli yang akan menuju Cylinder, ada beberapa macam Solenoid Valve yang digunakan pada mesin mesin produksi tergantung fungsi & jenis kebutuhannya.
3.10 Memahami dasar-dasar system pneumatic
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
Nama Satuan pendidikan : SMK SETIA GAMA
Mata Pelajaran : TDO
Kelas / Semester : X Otomotif/genap
Materi pokok : K3
Alokasi Waktu : 4x45 Menit
A. Kompetisi Dasar Dan Indikator Pencapaian Kompetensi
3.10 Memahami dasar-dasar system pneumatic
4.10 Menjelaskan dasar-dasar dan symbol pada system pneumatik
B.Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran Peserta didik diharapkan dapat memahami dasar-dasar system hidraulik
C.Langkah – Langkah Kegiatan Pembelajaran
a. Metode ,Media,Dan Sumber Belajar
1. Metode / Model : worksheet atau lembar kerja
2. Alat / Media : Alat peraga papan tulis , laptop & infokus
3. Sumber Belajar : Buku pdto kelas x , lks
b. Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan :
Menyampaikan topik pembahasan/KD pree tes pembudayaan PPK dan literasi
2. Kegiatan Inti :
- Siswa mendalami dan menguasai materi pokok ( KD ) melalui literasi/ media
- Tanya jawab / diskusi kelompok
- Siswa membuat rangkuman tugas / praktek yang di tugaskan oleh guru
- Siswa mempresentasikan hasil kerja individu / kelompok
3. Kegiatan penutup
- Umpan balik dan simpulan materi
- Portofolio dan penugasan
D. Penilaian /( asessment )
a. Penugasan ( fottofolio )
b. Instrumen penilaian individu / kelompok
c. Tes lisan / tertulis
Mengetahui kepala sekolah Jakarta 4 Februari 2020
Guru Mata Pelajaran
............................................. ...............................................
Abdul Hakim,S.Ag.MM Suryo Budi Triawan
Memahami dasar-dasar system pneumatic
Pneumatik merupakan teori atau pengetahuan tentang udara yang bergerak, keadaan-keadaan keseimbangan udara dan syarat-syarat keseimbangan. Perkataan pneumatik berasal bahasa Yunani “ pneuma “ yang berarti “napas” atau “udara”.
Jadi pneumatik berarti terisi udara atau digerakkan oleh udara mampat. Pneumatik merupakan cabang teori aliran atau mekanika fluida dan tidak hanya meliputi penelitian aliran-aliran udara melalui suatu sistem saluran, yang terdiri atas pipa-pipa, selang-selang, gawai dan sebagainya, tetapi juga aksi dan penggunaan udara mampat.
Pneumatik menggunakan hukum-hukum aeromekanika, yang menentukan keadaan keseimbangan gas dan uap (khususnya udara atmosfir) dengan adanya gaya-gaya luar (aerostatika) dan teori aliran (aerodinamika). Pneumatik dalam pelaksanaan teknik udara mampat dalam industri merupakan ilmu pengetahuan dari semua proses mekanik dimana udara memindahkan suatu gaya atau gerakan.
Jadi pneumatik meliputi semua komponen mesin atau peralatan, dalam mana terjadi proses-proses pneumatik. Dalam bidang kejuruan teknik pneumatik dalam pengertian yang lebih sempit lagi adalah teknik udara mampat (udara bertekanan).
Komponen-komponen Pneumatik
Komponen pneumatik beroperasi pada tekanan 8 s.d. 10 bar, tetapi dalam praktik dianjurkan beroperasi pada tekanan 5 s.d. 6 bar untuk penggunaan yang ekonomis.
Beberapa bidang aplikasi di industri yang menggunakan media pneumatik dalam hal penangan material adalah sebagai berikut :
a. Pencekaman benda kerja
b. Penggeseran benda kerja
c. Pengaturan posisi benda kerja
d. Pengaturan arah benda kerja
Penerapan pneumatik secara umum :
a. Pengemasan (packaging)
b. Pemakanan (feeding)
c. Pengukuran (metering)
d. Pengaturan buka dan tutup (door or chute control)
e. Pemindahan material (transfer of materials)
f. Pemutaran dan pembalikan benda kerja (turning and inverting of parts)
g. Pemilahan bahan (sorting of parts)
h. Penyusunan benda kerja (stacking of components)
i. Pencetakan benda kerja (stamping and embosing of components)
Susunan sistem pneumatik adalah sebagai berikut :
a. Catu daya (energi supply)
b. Elemen masukan (sensors)
c. Elemen pengolah (processors)
d. Elemen kerja (actuators)
1.1 Alasan Pemakaian Pneumatik
Persaingan antara peralatan pneumatik dengan peralatan mekanik, hidrolik atau elektrik makin menjadi besar. Dalam penggunaannya sistem pneumatik diutamakan karena beberapa hal yaitu :
a. paling banyak dipertimbangkan untuk beberapa mekanisasi,
b. dapat bertahan lebih baik terhadap keadaan-keadaan tertentu
Sering kali suatu proses tertentu dengan cara pneumatik, berjalan lebih rapi (efisien) dibandingkan dengan cara lainnya. Contoh :
1). Palu-palu bor dan keling pneumatik adalah jauh lebih baik dibandingkan dengan perkakas-perkakas elektrik serupa karena lebih ringan, lebih ada kepastian kerja dan lebih sederhana dalam pelayanan.
2). Pesawat-pesawat pneumatik telah mengambil suatu kedudukan monopoli yang penting pada :
a). rem-rem udara bertekanan untuk mobil angkutan dan gerbong-gerbong kereta api, alat-alat angkat dan alat-alat angkut.
b). pistol-pistol ( alat cat semprot, mesin-mesin peniup kaca, berbagai jenis penyejukan udara, kepala-kepala asah kecepatan tinggi ).
Udara bertekanan memiliki banyak sekali keuntungan, tetapi dengan sendirinya juga terdapat segi-segi yang merugikan atau lebih baik pembatasan-pembatasan pada penggunaannya. Hal-hal yang menguntungkan dari pneumatik pada mekanisasi yang sesuai dengan tujuan sudah diakui oleh cabang-cabang industri yang lebih banyak lagi. Pneumatik mulai digunakan untuk pengendalian maupun penggerakan mesin-mesin dan alat-alat.
1.2 Keuntungan Pemakaian Pneumatik
a. Merupakan media/fluida kerja yang mudah didapat dan mudah diangkut :
1). Udara dimana saja tersedia dalam jumlah yang tak terhingga.
2). Saluran-saluran balik tidak diperlukan karena udara bekas dapat dibuang bebas ke atmosfir, sistem elektrik dan hidrolik memerlukan saluran balik.
3). Udara bertekanan dapat diangkut dengan mudah melalui saluran-saluran dengan jarak yang besar, jadi pembuangan udara bertekanan dapat dipusatkan dan menggunakan saluran melingkar semua pemakai dalam satu perusahaan dapat dilayani udara bertekanan dengan tekanan tetap dan sama besarnya. Melalui saluran-saluran cabang dan pipa-pipa selang, energi udara bertekanan dapat disediakan dimana saja dalam perusahaan.
b. Dapat disimpan dengan mudah :
1). Sumber udara bertekanan ( kompresor ) hanya menyerahkan udara bertekanan kalau udara bertekanan ini memang digunakan. Jadi kompresor tidak perlu bekerja seperti halnya pada pompa peralatan hidrolik.
2). Pengangkutan ke dan penyimpanan dalam tangki-tangki penampung juga dimungkinkan.
3). Suatu daur kerja yang telah dimulai selalu dapat diselesaikan, demikian pula kalau penyediaan listrik tiba-tiba dihentikan.
c. Bersih dan kering :
1). Udara bertekanan adalah bersih. Kalau ada kebocoran pada saluran pipa, benda-benda kerja maupun bahan-bahan disekelilingnya tidak akan menjadi kotor.
2). Udara bertekanan adalah kering. Bila terdapat kerusakan pipa-pipa tidak akan ada pengotoran-pengotoran, bintik minyak dansebagainya.
3). Dalam industri pangan , kayu , kulit dan tenun serta pada mesin-mesin pengepakan hal yang memang penting sekali adalah bahwa peralatan tetap bersih selama bekerja.
Sistem pneumatik yang bocor bekerja merugikan dilihat dari sudut ekonomis, tetapi dalam keadaan darurat pekerjaan tetap dapat berlangsung. Tidak terdapat minyak bocoran yang mengganggu seperti pada sistem hidrolik.
d. Tidak peka terhadap suhu
1). Udara bersih ( tanpa uap air ) dapat digunakan sepenuhnya pada suhu-suhu yang tinggi atau pada nilai-nilai yang rendah, jauh di bawah titik beku ( masing-masing panas atau dingin ).
2). Udara bertekanan juga dapat digunakan pada tempat-tempat yang sangat panas, misalnya untuk pelayanan tempa tekan, pintu-pintu dapur pijar, dapur pengerasan atau dapur lumer.
3). Peralatan-peralatan atau saluran-saluran pipa dapat digunakan secara aman dalam lingkungan yang panas sekali, misalnya pada industri-industri baja atau bengkel-bengkel tuang (cor).
e. Aman terhadap kebakaran dan ledakan
1). Keamanan kerja serta produksi besar dari udara bertekanan tidak mengandung bahaya kebakaran maupun ledakan.
2). Dalam ruang-ruang dengan resiko timbulnya kebakaran atau ledakan atau gas-gas yang dapat meledak dapat dibebaskan, alat-alat pneumatik dapat digunakan tanpa dibutuhkan pengamanan yang mahal dan luas. Dalam ruang seperti itu kendali elektrik dalam banyak hal tidak diinginkan.
f. Tidak diperlukan pendinginan fluida kerja
1). Pembawa energi (udara bertekanan) tidak perlu diganti sehingga untuk ini tidak dibutuhkan biaya. Minyak setidak-tidaknya harus diganti setelah 100 sampai 125 jam kerja.
g. Rasional (menguntungkan)
1). Pneumatik adalah 40 sampai 50 kali lebih murah daripada tenaga otot. Hal ini sangat penting pada mekanisasi dan otomatisasi produksi.
2). Komponen-komponen untuk peralatan pneumatik tanpa pengecualian adalah lebih murah jika dibandingkan dengan komponen-komponen peralatan hidrolik.
h. Kesederhanaan (mudah pemeliharaan)
1). Karena konstruksi sederhana, peralatan-peralatan udara bertekanan hampir tidak peka gangguan.
2). Gerakan-gerakan lurus dilaksanakan secara sederhana tanpa komponen mekanik, seperti tuas-tuas, eksentrik, cakera bubungan, pegas, poros sekerup dan roda gigi.
3). Konstruksinya yang sederhana menyebabkan waktu montase (pemasangan) menjadi singkat, kerusakan-kerusakan seringkali dapat direparasi sendiri, yaitu oleh ahli teknik, montir atau operator setempat.
4). Komponen-komponennya dengan mudah dapat dipasang dan setelah dibuka dapat digunakan kembali untuk penggunaan-penggunaan lainnya.
i. Sifat dapat bergerak
1). Selang-selang elastik memberi kebebasan pindah yang besar sekali dari komponen pneumatik ini.
j. Aman
1). Sama sekali tidak ada bahaya dalam hubungan penggunaan pneumatik, juga tidak jika digunakan dalam ruang-ruang lembab atau di udara luar. Pada alat-alat elektrik ada bahaya hubungan singkat.
k. Dapat dibebani lebih ( tahan pembebanan lebih )
Alat-alat udara bertekanan dan komponen-komponen berfungsi dapat ditahan sedemikian rupa hingga berhenti. Dengan cara ini komponen-komponen akan aman terhadap pembebanan lebih. Komponen-komponen ini juga dapat direm sampai keadaan berhenti tanpa kerugian.
1). Pada pembebanan lebih alat-alat udara bertekanan memang akan berhenti, tetapi tidak akan mengalami kerusakan. Alat-alat listrik terbakar pada pembebanan lebih.
2). Suatu jaringan udara bertekanan dapat diberi beban lebih tanpa rusak.
3). Silinder-silinder gaya tak peka pembebanan lebih dan dengan menggunakan katup-katup khusus maka kecepatan torak dapat disetel tanpa bertingkat.
l. Jaminan bekerja besar
Jaminan bekerja besar dapat diperoleh karena :
1). Peralatan serta komponen bangunannya sangat tahan aus.
2). Peralatan serta komponen pada suhu yang relatif tinggi dapat digunakan sepenuhnya dan tetap demikian.
3). Peralatan pada timbulnya naik turun suhu yang singkat tetap dapat berfungsi.
4). Kebocoran-kebocoran yang mungkin ada tidak mempengaruhi ketentuan bekerjanya suatu instalasi.
m. Biaya pemasangan murah
1). Mengembalikan udara bertekanan yang telah digunakan ke sumbernya (kompresor) tidak perlu dilakukan. Udara bekas dengan segera mengalir keluar ke atmosfir, sehingga tidak diperlukan saluran-saluran balik, hanya saluran masuk saja.
2). Suatu peralatan udara bertekanan dengan kapasitas yang tepat, dapat melayani semua pemakai dalam satu industri. Sebaliknya, pengendalian-pengendalian hidrolik memerlukan sumber energi untuk setiap instalasi tersendiri (motor dan pompa).
n. Pengawasan (kontrol)
1). Pengawasan tekanan kerja dan gaya-gaya atas komponen udara bertekanan yang berfungsi dengan mudah dapat dilaksanakan dengan pengukur-pengukur tekanan (manometer).
o. Fluida kerja cepat
1). Kecepatan-kecepatan udara yang sangat tinggi menjamin bekerjanya elemen-elemen pneumatik dengan cepat. Oleh sebab itu waktu menghidupkan adalah singkat dan perubahan energi menjadi kerja berjalan cepat.
2). Dengan udara mampat orang dapat melaksanakan jumlah perputaran yang tinggi ( Motor Udara ) dan kecepatan-kecepatan piston besar (silinder-silinder kerja ).
3). Udara bertekanan dapat mencapai kecepatan alir sampai 1000 m/min (dibandingkan dengan energi hidrolik sampai 180 m/min ).
4). Dalam silinder pneumatik kecepatan silinder dari 1 sampai 2 m/detik mungkin saja ( dalam pelaksanaan khusus malah sampai 15 m/detik ).
5). Kecepatan sinyal-sinyal kendali pada umumnya terletak antara 40 dan 70 m/detik (2400 sampai 4200 m/min)
p. Dapat diatur tanpa bertingkat
1). Dengan katup pengatur aliran, kecepatan dan gaya dapat diatur tanpa bertingkat mulai dari suatu nilai minimum (ditentukan oleh besarnya silinder) sampai maksimum (tergantung katup pengatur yang digunakan).
2). Tekanan udara dengan sederhana dan kalau dibutuhkan dalam keadaan sedang bekerja dapat disesuaikan dengan keadaan.
3). Beda perkakas rentang tenaga jepitnya dapat disetel dengan memvariasikan tekanan udara tanpa bertingkat dari 0 sampai 6 bar.
4). Tumpuan-tumpuan dapat disetel guna mengatur panjang langkah silinder kerja yang dapat disetel terus-menerus (panjang langkah ini dapat bervariasi sembarang antara kedua kedudukan akhirnya).
5). Perkakas-perkakas pneumatik yang berputar dapat diatur jumlah putaran dan momen putarnya tanpa bertingkat.
q. Ringan sekali
Berat alat-alat pneumatik jauh lebih kecil daripada mesin yang digerakkan elektrik dan perkakas-perkakas konstruksi elektrik (hal ini sangat penting pada perkakas tangan atau perkakas tumbuk). Perbandingan berat (dengan daya yang sama) antara :
• motor pneumatik : motor elektrik = 1 : 8 (sampai 10)
• motor pneumatik : motor frekuensi tinggi = 1 : 3 (sampai 4)
r. Kemungkinan penggunaan lagi (ulang)
Komponen-komponen pneumatik dapat digunakan lagi, misalnya kalau komponen-komponen ini tidak dibutuhkan lagi dalam mesin tua.
r. Konstruksi kokoh
Pada umumnya komponen pneumatik ini dikonstruksikan secara kompak dan kokoh, dan oleh karena itu hampir tidak peka terhadap gangguan dan tahan terhadap perlakuan-perlakuan kasar.
s. Fluida kerja murah
Pengangkut energi (udara) adalah gratis dan dapat diperoleh senantiasa dan dimana saja. Yang harus dipilih adalah suatu kompresor yang tepat untuk keperluan tertentu; jika seandainya kompresor yang dipilih tidak memenuhi syarat, maka segala keuntungan pneumatik tidak ada lagi.
1.3 Kerugian / terbatasnya Pneumatik
a. Ketermampatan (udara).
Udara dapat dimampatkan. Oleh sebab itu adalah tidak mungkin untuk mewujudkan kecepatan-kecepatan piston dan pengisian yang perlahan-lahan dan tetap, tergantung dari bebannya.
Pemecahan :
• kesulitan ini seringkali diberikan dengan mengikutsertakan elemen hidrolik dalam hubungan bersangkutan, tertama pada pengerjaan-pengerjaan cermat ( bor, bubut atau frais ) hal ini merupakan suatu alat bantu yang seringkali digunakan.
b. Gangguan Suara (Bising)
Udara yang ditiup ke luar menyebabkan kebisingan (desisan) mengalir ke luar, terutama dalam ruang-ruang kerja sangat mengganggu.
Pemecahan :
• dengan memberi peredam suara (silincer)
c. Kegerbakan (volatile)
Udara bertekanan sangat gerbak (volatile). Terutama dalam jaringan-jaringan udara bertekanan yang besar dan luas dapat terjadi kebocoran-kebocoran yang banyak, sehingga udara bertekanan mengalir keluar. Oleh karena itu pemakaian udara bertekanan dapat meningkat secara luar biasa dan karenanya harga pokok energi “berguna” sangat tinggi.
Pemecahan :
• dapat dilakukan dengan menggunakan perapat-perapat berkualitas tinggi.
d. Kelembaban udara
Kelembaban udara dalam udara bertekanan pada waktu suhu menurun dan tekanan meningkat dipisahkan sebagai tetesan air (air embun).
Pemecahan :
• penggunaan filter-filter untuk pemisahan air embun (dan juga untuk penyaring kotoran-kotoran).
e. Bahaya pembekuan
Pada waktu pemuaian tiba-tiba (dibelakang pemakai udara bertekanan) dan penurunan suhu yang bertalian dengan pemuaian tiba-tiba ini, dapat terjadi pembentukan es.
Pemecahan :
• Batasi pemuaian udara bertekanan dalam perkakas-perkakas pneumatik.
• Biarkan udara memuai sepenuhnya pada saat diadakan peniupan ke luar.
f. Kehilangan energi dalam bentuk kalor.
Energi kompresi adiabatik dibuang dalam bentuk kalor dalam pendingin antara dan akhir. Kalor ini hilang sama sekali dan kerugian ini hampir tidak dapat dikurangi.
g. Pelumasan udara bertekanan
Oleh karena tidak adanya sistem pelumasan untuk bagian-bagian yang bergerak, maka bahan pelumas ini dimasukkan bersamaan dengan udara yang mengalir, untuk itu bahan pelumas harus dikabutkan dalam udara bertekanan.
h. Gaya tekan terbatas
1). Dengan udara bertekanan hanya dapat dibangkitkan gaya yang terbatas saja. Untuk gaya yang besar, pada tekanan jaringan normal dibutuhkan diameter piston yang besar.
2). Penyerapan energi pada tekanan-tekanan kejutan hidrolik dapat memberi jalan keluar.
i. Ketidakteraturan
Suatu gerakan teratur hampir tidak dapat diwujudkan :
1). Pada pembebanan berganti-ganti
2). Pada kecepatan-kecepatan kecil (kurang dari 0,25 cm/det) dapat timbul ‘stick-slip effect’.
j. Tidak ada sinkronisasi
Menjalankan dua silinder atau lebih paralel sangat sulit dilakukan.
k. Biaya energi tinggi
Biaya produksi udara bertekanan adalah tinggi. Oleh karena itu untuk produksi dan distribusi dibutuhkan peralatan-peralatan khusus. Setidak-tidaknya biaya ini lebih tinggi dibandingkan dengan penggerak elektrik.
Perbandingan biaya ( tergantung dari cara penggerak ) :
• Elektrik : Pneumatik = 1 : 10 (sampai 12)
• Elektrik : Hidrolik = 1 : 8 (sampai 10)
• Elektrik : Tangan = 1 : 400 (sampai 500)
1.4 Pemecahan Kerugian Pneumatik
Pada umumnya, hal-hal yang merugikan dapat dikurangi atau dikompensasi dengan :
a. Peragaman yang cocok dari komponen-komponen maupun alat pneumatik.
b. Pemilihan sebaik mungkin sistem pneumatik yang dibutuhkan.
c. Kombinasi yang sesuai dengan tujuannya dari berbagai sistem penggerakan dan pengendalian (elektrik, pneumatik dan hidrolik).
(Sumber Drs. Sudaryono, VEDC Malang)
(InsyaAllah DIsambung lagi nanti. mohon maaf jika ada kesalahan)